Kajian kali ini melanjutkan pembahasan hadis dari kitab Bulugh al-Maram min Adillatil Ahkam, karya al-Hafizh Ibn Hajar al-‘Asqalani, chapter: Jual-Beli (Buyu’).
Hadis yang dibahas utamanya adalah:
وَعَنْهُ قَالَ: نَهَى رَسُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – أَنْ يَبِيعَ حَاضِرٌ لِبَادٍ، «وَلَا تَنَاجَشُوا، وَلَا يَبِيعُ الرَّجُلُ عَلَى بَيْعِ أَخِيهِ، وَلَا يَخْطُبُ عَلَى خِطْبَةِ أَخِيهِ، وَلَا تُسْأَلُ الْمَرْأَةُ طَلَاقَ أُخْتِهَا لِتَكْفَأَ مَا فِي إِنَائِهَا». مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ. وَلِمُسْلِمٍ: «لَا يَسُمِ الْمُسْلِمُ عَلَى سَوْمِ الْمُسْلِمِ».
Dari Abu Hurairah RA, dia mengatakan bahwa Rasulullah SAW melarang orang kota menjual kepada orang desa, serta janganlah melakukan jual beli najasy, janganlah seseorang menjual di atas penjualan saudaranya, janganlah ia meminang di atas pinangan saudaranya, dan janganlah seorang wanita meminta agar saudarinya ditalak untuk mendapatkan apa yang ada di bejananya.” Muttafaq ‘alaih, dan menurut riwayat Imam Muslim: “Janganlah seseorang menawar di atas tawaran sesama muslim.”
Selamat menyimak.
Pemateri: Kang Adni Kurniawan, Lc., M.M. (Head of Sharia Advisory Evermos)