Evermos Raih Pendanaan Series B, Maksimalkan Dampak Sosial

Evermos raih pendanaan seri B — Setelah hampir tiga tahun berdiri, Evermos telah berhasil meraih penggalangan dana series B. Perusahaan social commerce untuk produk muslim ini mengumumkan telah berhasil mengumpulkan dana $30 juta Seri B, yang dipimpin oleh Asia Impact Investment Fund II dari UOB Venture Management.

Keberhasilan penggalangan dana seri B ini nantinya digunakan untuk mengembangkan bisnis Evermos agar bisa membangun ekonomi yang inklusif. Dana tersebut akan dimanfaatkan untuk perekrutan, peningkatan mesin rekomendasi Evermos dan pengembangan teknologi berbasis AI lainnya serta untuk ekspansi bisnis dengan memasuki wilayah baru di Indonesia.

“visi kami adalah memberdayakan 1 juta pengusaha mikro dalam lima tahun ke depan. Salah satu faktor utama yang memengaruhi cara kami menjalankan bisnis adalah dengan mengukur keberlanjutan dan dampak sosial dari platform kami.” – Arip Tirta, Co Founder & Presiden Evermos.”

Dampak sosial yang nyata yang diberikan Evermos selama pandemi bisa membantu 20% reseller teratasnya mendapatkan akumulasi pendapatan bersih hampir Rp2,5 juta per bulan hanya dari berjualan bersama Evermos. Mayoritas Reseller Evermos adalah ibu rumah tangga di kota-kota tier 2-3-4 di Indonesia. Evermos percaya bahwa “Semua Bisa Berikhtiar”, semua orang bisa berusaha menjadi reseller dan mendapatkan penghasilan tambahan. Kami pun aktif mengadakan pelatihan baik secara online maupun offline untuk para reseller di berbagai penjuruIndonesia.

Evermos Raih Pendanaan Series B Usung Semangat Gotong Royong

Dengan mengusung semangat gotong royong produk lokal, Evermos menjadi platform UKM lokal untuk tumbuh berkembang di tengah pandemi dan persaingan global. Lebih dari 90% produk di Evermos adalah produk lokal Indonesia. Evermos menjadi platform untuk memperluas jaringan pemasaran, selain itu UKM juga dibantu dari segi supply chain dan dihubungkan dengan institusi keuangan untuk suntikan pembiayaan.

Senior Director UOB Venture Management Clarissa Loh sebagai investor pun menjelaskan bahwa model social commerce seperti Evermos dapat menjadi jembatan dalam menjawab kesenjangan ini, dengan memungkinkan para reseller-nya untuk memasarkan produk para UKM lokal.

Hal inilah yang mendasari berhasil terciptanya pendanaan ini. Ini sesuai dengan tujuan dari pendanaan yang dilakukan oleh UOB Venture Management, yaitu untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat menengah kebawah. Terlebih, Evermos adalah anggota World Economic Forum yang merupakan bagian dari komunitas inovator global.

Baca berita terbaru, informatif dan inspiratif lainnya di Evermos Impact.

Bagikan :

Artikel Terkait

Bergerak Bersama, Saling Menguatkan: Evermos Impact dan Ibu2Ngabring Dorong Pemberdayaan Perempuan melalui Zumba

Pemberdayaan perempuan menjadi salah satu langkah penting dalam menciptakan ruang yang mendukung perempuan untuk terus bertumbuh, membangun koneksi, dan menjaga keseimbangan dalam menjalani berbagai peran. Upaya tersebut tidak selalu hadir melalui kegiatan yang bersifat edukatif atau pengembangan kapasitas, tetapi juga dapat dimulai dari ruang sederhana yang memungkinkan perempuan berinteraksi, beraktivitas, dan saling memberikan dukungan. Pada

Selengkapnya »

Evermos Impact, Heiji, dan Komunitas Balad Bunda Berkolaborasi Dorong Pemberdayaan Perempuan melalui Urun Ramai

Bandung, 29 Agustus 2026 — Dalam semangat kemerdekaan, Evermos Impact bersama Heiji berkolaborasi dengan Balad Bunda menghadirkan Urun Ramai, sebuah kegiatan yang mengajak perempuan untuk bertemu, bermain, dan membangun relasi dalam suasana yang penuh kebersamaan. Kegiatan ini berlangsung pada Sabtu, 29 Agustus 2026 di 150 Coffee Garden, Bandung, dan terbuka untuk peserta umum. Urun Ramai

Selengkapnya »

Kolaborasi Evermos dan PKK Pondok Pinang untuk Pemberdayaan Perempuan dan Edukasi Mengenai Kanker Serviks

Kanker serviks masih menjadi salah satu ancaman terbesar bagi kesehatan perempuan Indonesia. Berdasarkan data nasional, penyakit ini menempati posisi kedua penyebab kematian akibat kanker pada perempuan, dan sebagian besar kasus baru terdeteksi pada stadium lanjut. Kondisi ini menunjukkan masih terbatasnya akses informasi dan pemeriksaan dini bagi masyarakat, terutama di tingkat kelurahan dan komunitas lokal. Untuk

Selengkapnya »