Eskalasi Kopi: Perjalanan Brand Kopi Lokal Bertumbuh dan Beradaptasi

Memulai dari Peluang yang Terlihat Sederhana

Perjalanan Eskalasi Kopi bermula dari kepekaan melihat peluang di tengah maraknya budaya ngopi di Kota Bandung. Saat banyak coffee shop bermunculan dan tetap ramai dikunjungi, muncul satu kesimpulan sederhana: ruang untuk bertumbuh masih terbuka lebar. Dari situlah ide untuk masuk ke industri F&B mulai dipertimbangkan secara serius.

Berbekal pengalaman berbisnis sebelumnya di industri kreatif dan fashion, para pendiri Eskalasi Kopi memanfaatkan aset yang sudah dimiliki, sebuah ruang kantor kecil di pusat kota Bandung. Tanpa perlu memulai dari nol, ruang tersebut diolah menjadi tempat yang bukan hanya fungsional, tetapi juga relevan dengan karakter kota Bandung yang akrab dengan aktivitas nongkrong di ruang terbuka.

Akar Persahabatan dan Fondasi Bisnis

Eskalasi Kopi dibangun oleh empat sahabat yang telah saling mengenal sejak bangku SMA, salah satunya Diza Rahman Sulistian (Co-founder Eskalasi Kopi) yang interview dengan Tim Evermos. Hubungan jangka panjang ini menjadi fondasi penting dalam perjalanan bisnis mereka. Kedekatan tersebut membuat proses pengambilan keputusan lebih cair, sekaligus membantu menjaga kepercayaan ketika bisnis menghadapi tantangan.

Sebelum terjun ke dunia kopi, para pendirinya telah terbiasa menjalankan usaha, memahami dasar-dasar bisnis, serta membaca peluang pasar. Ketertarikan pada kopi tumbuh secara organik, jauh sebelum ide coffee shop muncul. Pengetahuan dan ketertarikan inilah yang kemudian diperdalam, termasuk dengan berdiskusi bersama pihak-pihak yang telah berpengalaman di industri kopi.

Eskalasi Kopi: Perjalanan Brand Kopi Lokal Bertumbuh dan Beradaptasi

Eskalasi Kopi dan Ujian Awal Pandemi

Eskalasi Kopi resmi dibuka pada September 2019, hanya enam bulan sebelum pandemi COVID-19 melanda. Pada fase awal, respons pasar terbilang positif. Produk mulai dikenal, pelanggan datang, dan bisnis perlahan menemukan ritmenya.

Namun, situasi berubah drastis ketika pembatasan aktivitas diberlakukan. Operasional harus dihentikan sementara, dan seluruh tim dipaksa beradaptasi dalam waktu singkat. Tanpa pengalaman sebelumnya menjalankan penjualan online, Eskalasi Kopi mulai mencari cara agar bisnis tetap berjalan, karyawan tetap mendapatkan penghasilan, dan roda usaha tidak berhenti sepenuhnya.

Langkah adaptasi dilakukan secara bertahap, mulai dari memaksimalkan media sosial hingga melayani pemesanan jarak jauh. Perlahan, produk Eskalasi Kopi tidak hanya dinikmati pelanggan di Bandung, tetapi juga menjangkau konsumen di luar kota.

Prinsip Adaptasi dan Realistis Membaca Pasar

Salah satu kunci keberlanjutan Eskalasi Kopi adalah keberanian untuk bersikap realistis. Alih-alih memaksakan diri mengejar semua segmen pasar, tim memilih untuk memahami kapasitas internal dan fokus pada market yang benar-benar bisa mereka layani.

Pendekatan ini memengaruhi banyak aspek, mulai dari pengembangan produk, strategi pemasaran, hingga cara berkomunikasi dengan pelanggan. Proses trial and error menjadi bagian yang tak terpisahkan. Ketika satu produk tidak berjalan sesuai harapan, evaluasi dilakukan, lalu dicoba kembali dengan pendekatan berbeda.

Resiliensi menjadi pelajaran penting yang terus dipegang. Kegagalan tidak dilihat sebagai akhir, melainkan sebagai proses menemukan formula yang paling sesuai.

Tantangan Bertumbuh dan Mengelola Tim

Seiring bisnis berkembang, tantangan yang dihadapi pun berubah. Jika pada tahap awal fokus utama adalah penjualan, maka pada fase pertumbuhan tantangan terbesar justru terletak pada pengelolaan manusia.

Organisasi yang semakin besar menuntut sistem kerja yang lebih rapi dan keselarasan nilai antar individu. Eskalasi Kopi menempatkan kejelasan peran sebagai kunci, dengan memberikan ruang bagi setiap anggota tim untuk bekerja sesuai kemampuannya. Komunikasi terbuka dan pendekatan yang manusiawi menjadi prinsip yang dijaga dalam operasional sehari-hari.

Menjaga Nilai dalam Setiap Proses

Sejak awal berdiri, Eskalasi Kopi berupaya menjalankan bisnis dengan prinsip yang bertanggung jawab. Setiap keputusan dipertimbangkan dari hulu ke hilir, mulai dari sumber daya yang digunakan, proses kerja, hingga dampak yang dihasilkan.

Prinsip ini tidak selalu mudah dijalankan, terutama ketika berhadapan dengan kebutuhan ekspansi dan kerja sama. Namun, konsistensi dalam menjaga nilai dianggap penting demi keberlanjutan jangka panjang.

Dampak Nyata bagi Lingkungan Sekitar

Sebagai bagian dari UMKM Kopi Indonesia, Eskalasi Kopi membawa dampak langsung bagi lingkungan sekitarnya. Salah satu kontribusi paling nyata adalah membuka kesempatan kerja bagi individu yang mungkin tidak memiliki akses pendidikan tinggi, tetapi memiliki kemauan untuk belajar dan bekerja.

Bagi Eskalasi Kopi, menyediakan ruang tumbuh bagi karyawan bukan sekadar soal operasional bisnis, melainkan bagian dari tanggung jawab sosial yang lahir secara alami. Kesadaran akan dampak ini baru benar-benar dirasakan seiring berjalannya waktu dan bertambahnya jumlah tim.

Menatap Masa Depan dengan Kesadaran dan Keseimbangan

Di tengah perannya sebagai pelaku usaha, setiap pendiri Eskalasi Kopi juga menjalani peran lain dalam kehidupan pribadi. Menjaga keseimbangan antara pekerjaan, keluarga, dan tanggung jawab sosial menjadi proses belajar yang terus berlangsung.

Eskalasi Kopi tumbuh bukan hanya sebagai brand kopi, tetapi sebagai contoh bagaimana Brand Kopi Indonesia dapat bertahan, beradaptasi, dan memberi dampak melalui keputusan-keputusan sederhana yang dijalankan secara konsisten.

Bagikan :

Artikel Terkait

Untuk Ziah: Perjuangan Bu Tini Sembuhkan Anaknya

Kehilangan orang-orang tersayang dengan begitu cepat tak pernah terbayangkan di hidup Tini Martini (37 tahun) sebelumnya. Dia telah kehilangan anak pertamanya karena sakit 10 tahun lalu. 6 tahun kemudian, suaminya meninggal karena penyakit yang jantung yang diderita. Kini hanya ada Siti Fadhillah (7 tahun) yang akrab disapa Ziah bersamanya. Ia tak mau kehilangan satu-satunya orang

Selengkapnya »
Toko Service HP Pak Agus

Toko Service HP untuk Pak Agus, Pejuang Penyintas Tumor Kaki

Toko Service HP Pak Agus – Namanya Agus Sofian (33th), ia adalah pria asal pedalaman Sumatera Barat yang memutuskan merantau ke Pulau Jawa untuk mencari kehidupan yang lebih baik. Ia merantau membawa keluarganya, yakni seorang istri, anak, dan keponakan. Meskipun kehidupan kota begitu  keras , dengan segala keterbatassanya Pak Agus tak letih untuk berjuang tanpa

Selengkapnya »
Rumah Tahfidz Permata

Rumah Tahfidz Permata : Hari Santri, Bangun Ekonomi Negeri

Sejak tahun 2015, Hari Santri diperingati tiap tanggal 22 Oktober berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 22. Dalam peringatan Hari Santri tahun ini, Evermos turut  mengenang perjuangan dan teladan jihad para santri Rumah Tahfidz Permata dengan menyelenggarakan acara Kajian dan Doa bertemakan, “Peran Santri Dalam Memajukan Kesejahteraan Bangsa”. Materi Kajian dibawakan langsung oleh Dr. KH. Abdul Ghofur

Selengkapnya »