Berangkat dari kegelisahan pribadi dan kecintaan pada dunia fashion, Fadel Syahnur memulai langkahnya membangun Livin Mille saat masih duduk di bangku kelas 3 SMA. Di usia yang terbilang sangat muda, ia melihat peluang yang terbuka di depan mata sekaligus menyadari kebiasaan konsumtif terhadap brand luar negeri. Dari situlah muncul tekad untuk menghadirkan brand fashion lokal dengan pendekatan luxury dan high-end, lahir dari Makassar untuk pasar yang lebih luas.
Livin Mille bukan sekadar bisnis yang dibangun karena tren. Brand ini tumbuh dari passion yang kuat serta keyakinan bahwa anak muda daerah pun mampu menciptakan karya dengan standar tinggi. Sejak dirintis pada 2019, Livin Mille terus bertahan dan berkembang hingga hari ini, konsisten menghadirkan kampanye dan koleksi yang relevan dengan identitasnya.
Memulai dari Passion dan Opportunity
Fadel melihat bahwa banyak anak muda, termasuk dirinya, lebih percaya pada brand luar negeri dibanding brand lokal. Keresahan ini menjadi titik awal perjalanan Livin Mille. Ia percaya bahwa jika kualitas dan nilai sebuah brand dibangun dengan serius, maka kepercayaan pasar pun akan terbentuk.
Menjalankan bisnis sejak usia sekolah tentu bukan tanpa tantangan. Namun bagi Fadel, karena bisnis ini lahir dari kesenangan dan passion, setiap rintangan terasa sebagai bagian dari proses belajar. Livin Mille bukan hanya menjadi wadah ekspresi kreatif, tetapi juga ruang bertumbuh yang memberikan manfaat secara personal maupun profesional.
Membangun Dampak Internal: Dari Tim hingga Lahirnya Brand Baru
Salah satu kekuatan Livin Mille terletak pada budaya berbagi dan kolaborasi di dalam tim. Fadel tidak hanya memimpin sebagai founder dan creative director, tetapi juga aktif membagikan insight bisnis kepada timnya. Dua designer yang awalnya hanya memiliki kemampuan desain tanpa pemahaman bisnis, kini telah memiliki brand sendiri yang berjalan dan berkembang.
Bagi Fadel, keberhasilan tim membangun brand sendiri bukan ancaman, melainkan kebanggaan. Livin Mille justru memberikan dukungan penuh, mulai dari berbagi pengalaman hingga membuka akses vendor bagi mereka yang masih belajar
Pendekatan ini menunjukkan bahwa Livin Mille tidak hanya fokus pada pertumbuhan bisnis internal, tetapi juga menciptakan ekosistem kreatif yang mendorong lahirnya pelaku usaha baru.
Dampak Eksternal: Menginspirasi Anak Muda Makassar
Pada periode awal berdirinya, terutama 2019 hingga 2021, Livin Mille menjadi salah satu brand yang diperhatikan di lingkungan sekolah-sekolah Makassar. Banyak anak muda yang mulai tertarik membangun brand fashion setelah melihat perjalanan Livin Mille.
Fenomena ini menjadi bukti bahwa representasi sangat penting. Ketika anak SMA melihat teman seusianya mampu membangun brand, rasa percaya diri untuk mencoba pun ikut tumbuh. Bahkan, tidak sedikit brand muda Makassar yang datang langsung ke kantor Livin Mille untuk belajar dan berdiskusi seputar bisnis fashion.
Bagi Fadel, proses berbagi ini adalah bagian dari perjalanan yang terus berjalan. Ia sendiri mengakui bahwa pembelajaran dalam bisnis bersifat dinamis dan dilakukan secara learning by doing, demi menjaga pertumbuhan internal tetap sehat.
Strategi Livin Mille: R&D, Value, dan Community
Dalam membangun Livin Mille, Fadel menekankan pentingnya riset dan pengembangan atau research and development sebelum meluncurkan produk ke pasar. Ia memahami bahwa banyak pebisnis pemula ingin langsung mencapai penjualan tinggi tanpa fondasi yang kuat.
Menurutnya, setiap bisnis pasti memiliki kompetitor. Karena itu, menemukan nilai unik atau unique selling point menjadi kunci agar brand memiliki pembeda yang jelas di mata pasar. Visualisasi, komunikasi brand, hingga platform yang digunakan harus mencerminkan nilai tersebut secara konsisten.
Selain itu, membangun komunitas menjadi elemen penting dalam perjalanan Livin Mille. Bisnis, terutama di fase awal, tidak bisa dilepaskan dari dukungan komunitas yang percaya dan terlibat dalam perjalanan brand. Dengan fondasi riset, persiapan yang matang, niat yang kuat, serta kesiapan finansial, sebuah brand memiliki peluang lebih besar untuk bertahan.
Di akhir setiap sesi berbagi dengan brand-brand muda yang datang belajar, Fadel selalu menekankan satu hal: konsistensi adalah kunci utama dalam menjalankan bisnis.
Livin Mille dan Masa Depan Brand Lokal
Perjalanan Livin Mille menunjukkan bahwa usia muda bukanlah batasan untuk membangun brand yang berdampak. Dari ruang kelas SMA hingga membangun kantor yang menjadi tempat belajar puluhan brand lain, Livin Mille tumbuh sebagai simbol keberanian anak muda Makassar dalam industri fashion.
Lebih dari sekadar brand dengan pendekatan luxury dan high-end, Livin Mille telah membuktikan bahwa bisnis dapat menjadi ruang kolaborasi, ruang belajar, dan ruang tumbuh bersama. Dengan fondasi riset yang kuat, nilai yang jelas, serta konsistensi dalam perjalanan, Livin Mille tidak hanya membangun produk, tetapi juga membangun generasi brand owner berikutnya.
Bagi anak muda yang ingin memulai, kisah Livin Mille menjadi pengingat bahwa passion yang dipadukan dengan persiapan matang dan konsistensi dapat melahirkan dampak yang jauh melampaui ekspektasi awal.








