Bisnis Tanpa Modal, Raih Cuan Optimal: Kolaborasi Evermos, ILO Jakarta, dan MRC Cirebon untuk Purna Pekerja Migran

Komitmen Pemberdayaan Purna Pekerja Migran di Cirebon

Upaya memperluas akses ekonomi yang inklusif terus dilakukan Evermos melalui kolaborasi lintas sektor. Pada Rabu, 4 Maret 2026, bertempat di Meeting Room Hotel Prima, Cirebon, Evermos bersama International Labour Organization (ILO) Jakarta dan Migrant Worker Resource Centre (MRC) Cirebon menyelenggarakan pelatihan bertajuk “Bisnis Tanpa Modal, Raih Cuan Optimal.”

Kegiatan ini diikuti oleh purna Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang tergabung sebagai anggota maupun mitra MRC Cirebon. Program ini menjadi bagian dari komitmen bersama untuk memperkuat pemberdayaan purna pekerja migran, khususnya dalam membangun kemandirian ekonomi pasca masa kerja di luar negeri.

Tantangan Purna Pekerja Migran Pasca Kembali ke Tanah Air

Pekerja Migran Indonesia memiliki kontribusi signifikan terhadap pembangunan, baik di negara tujuan maupun di daerah asal melalui remitansi dan peningkatan kesejahteraan keluarga. Namun, ketika masa kerja berakhir dan mereka kembali ke Indonesia, tidak sedikit yang menghadapi tantangan baru.

Beberapa tantangan tersebut meliputi keterbatasan akses terhadap pasar kerja dalam negeri, kurangnya pendampingan dalam merintis usaha, kesulitan menyusun perencanaan bisnis sesuai kebutuhan pasar, hingga literasi digital yang belum merata untuk mendukung pemasaran dan manajemen usaha.

Ironisnya, meskipun sebagian purna pekerja migran telah memiliki modal finansial yang cukup, banyak di antara mereka yang masih mengalami kesulitan dalam membangun dan mempertahankan usaha. Tantangan ini menunjukkan bahwa modal bukan satu-satunya faktor penentu keberhasilan, melainkan juga akses pada ekosistem, jejaring, serta model bisnis yang tepat dan relevan dengan perkembangan digital.

Kolaborasi Strategis untuk Ekonomi Inklusif

Melihat realitas tersebut, Evermos bersama ILO Jakarta menghadirkan solusi berbasis teknologi digital melalui model bisnis reseller online. Inisiatif ini sejalan dengan program Promise II Impact dari ILO Jakarta yang mendorong keuangan inklusif bagi UMKM serta akselerasi pemanfaatan teknologi digital untuk pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja.

Kolaborasi ini turut menggandeng MRC Cirebon sebagai pusat layanan dan pendampingan bagi calon maupun purna PMI di Kabupaten Cirebon. MRC Cirebon sendiri merupakan hasil kerja sama antara Disnaker Kabupaten Cirebon, DPC SBMI Cirebon, dan WCC Mawar Balqis, yang selama ini aktif mendampingi pekerja migran dalam berbagai aspek, termasuk penguatan kapasitas ekonomi.

Sinergi antara platform digital, lembaga internasional, dan pusat pendampingan lokal ini menghadirkan program pelatihan yang komprehensif dan kontekstual sesuai kebutuhan peserta.

Bisnis Tanpa Modal, Raih Cuan Optimal: Kolaborasi Evermos, ILO Jakarta, dan MRC Cirebon untuk Purna Pekerja Migran

Pelatihan “Bisnis Tanpa Modal, Raih Cuan Optimal”

Dalam kegiatan yang berlangsung pada 4 Maret 2026 tersebut, peserta mendapatkan pembekalan langsung dari Darajati Esky sebagai Trainer serta Adinda Sheila Putri selaku Regular Reseller Sales Manager Evermos. Materi yang disampaikan berfokus pada pengenalan model bisnis reseller tanpa modal, strategi memilih produk, hingga praktik pemasaran digital yang efektif.

Peserta diajak memahami bahwa di era digital, peluang usaha tidak selalu harus dimulai dengan investasi besar. Melalui model reseller, individu dapat memulai bisnis dengan memanfaatkan platform, katalog produk, serta sistem yang telah terintegrasi.

Selain pengenalan teknis, pelatihan ini juga membekali peserta dengan pemahaman mengenai pentingnya konsistensi, strategi promosi, serta pengelolaan relasi pelanggan. Dengan pendekatan praktis, peserta tidak hanya mendapatkan teori, tetapi juga gambaran nyata tentang bagaimana ratusan ribu reseller di berbagai daerah telah memanfaatkan platform Evermos untuk memperkuat ekonomi keluarga.

Membuka Peluang Usaha Tanpa Batas Latar Belakang

Salah satu tujuan utama dari program ini adalah memperkenalkan Evermos sebagai medium yang membuka peluang usaha secara luas dan inklusif. Melalui ekosistem reseller, siapa pun, termasuk purna pekerja migran dapat memulai bisnis tanpa harus memiliki stok barang maupun gudang sendiri.

Model ini memungkinkan peserta untuk berfokus pada pemasaran dan membangun jejaring, sementara sistem pengelolaan produk dan distribusi telah difasilitasi oleh platform. Dengan demikian, hambatan awal untuk memulai usaha dapat diminimalkan.

Lebih dari sekadar berjualan, pendekatan ini juga mendorong terciptanya ekonomi gotong royong yang melibatkan berbagai pihak, mulai dari supplier, reseller, hingga konsumen. Prinsip ini selaras dengan pilar dampak Evermos dalam pemberdayaan komunitas, di mana pertumbuhan ekonomi diupayakan secara kolektif dan berkelanjutan.

Bisnis Tanpa Modal, Raih Cuan Optimal: Kolaborasi Evermos, ILO Jakarta, dan MRC Cirebon untuk Purna Pekerja Migran

Memperluas Jejaring dan Dampak Sosial

Kegiatan ini juga menjadi ruang belajar dan berbagi pengalaman antar peserta. Interaksi yang terbangun selama pelatihan membuka peluang kolaborasi baru di antara purna pekerja migran yang memiliki latar belakang dan keterampilan berbeda.

Melalui jejaring yang terbentuk, potensi untuk saling mendukung dan berbagi praktik baik semakin terbuka. Hal ini menjadi fondasi penting dalam membangun usaha yang tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga keberlanjutan jangka panjang.

Kolaborasi antara Evermos, ILO Jakarta, dan MRC Cirebon menunjukkan bahwa pemberdayaan ekonomi memerlukan pendekatan multipihak. Dengan dukungan lembaga internasional, pemerintah daerah, komunitas, serta platform digital, peluang untuk menciptakan ekonomi yang inklusif semakin terbuka luas.

Mendorong Ekonomi Inklusif yang Berkelanjutan

Program “Bisnis Tanpa Modal, Raih Cuan Optimal” menjadi salah satu langkah konkret dalam mendorong pemberdayaan purna pekerja migran di Cirebon. Melalui pemanfaatan teknologi digital dan model bisnis reseller, peserta didorong untuk mengoptimalkan potensi diri serta pengalaman yang telah dimiliki selama bekerja di luar negeri.

Inisiatif ini tidak hanya berfokus pada peningkatan pendapatan, tetapi juga pada pembangunan kapasitas dan kepercayaan diri untuk kembali berdaya di tanah air. Dengan ekosistem yang tepat dan dukungan kolaboratif, peluang untuk tumbuh menjadi lebih inklusif dan berkelanjutan dapat terwujud.

Ke depan, kolaborasi seperti ini diharapkan mampu menjangkau lebih banyak komunitas dan menghadirkan dampak yang lebih luas. Pemberdayaan purna pekerja migran bukan sekadar program jangka pendek, melainkan bagian dari upaya membangun fondasi ekonomi yang kuat, merata, dan adaptif terhadap perkembangan zaman.

Melalui sinergi dan semangat gotong royong, langkah kecil yang dimulai di Cirebon pada 4 Maret 2026 ini diharapkan menjadi bagian dari gerakan yang lebih besar dalam memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat Indonesia.

Bagikan :

Artikel Terbaru
Artikel Terkait

Untuk Ziah: Perjuangan Bu Tini Sembuhkan Anaknya

Kehilangan orang-orang tersayang dengan begitu cepat tak pernah terbayangkan di hidup Tini Martini (37 tahun) sebelumnya. Dia telah kehilangan anak pertamanya karena sakit 10 tahun lalu. 6 tahun kemudian, suaminya meninggal karena penyakit yang jantung yang diderita. Kini hanya ada Siti Fadhillah (7 tahun) yang akrab disapa Ziah bersamanya. Ia tak mau kehilangan satu-satunya orang

Selengkapnya »
Toko Service HP Pak Agus

Toko Service HP untuk Pak Agus, Pejuang Penyintas Tumor Kaki

Toko Service HP Pak Agus – Namanya Agus Sofian (33th), ia adalah pria asal pedalaman Sumatera Barat yang memutuskan merantau ke Pulau Jawa untuk mencari kehidupan yang lebih baik. Ia merantau membawa keluarganya, yakni seorang istri, anak, dan keponakan. Meskipun kehidupan kota begitu  keras , dengan segala keterbatassanya Pak Agus tak letih untuk berjuang tanpa

Selengkapnya »
Rumah Tahfidz Permata

Rumah Tahfidz Permata : Hari Santri, Bangun Ekonomi Negeri

Sejak tahun 2015, Hari Santri diperingati tiap tanggal 22 Oktober berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 22. Dalam peringatan Hari Santri tahun ini, Evermos turut  mengenang perjuangan dan teladan jihad para santri Rumah Tahfidz Permata dengan menyelenggarakan acara Kajian dan Doa bertemakan, “Peran Santri Dalam Memajukan Kesejahteraan Bangsa”. Materi Kajian dibawakan langsung oleh Dr. KH. Abdul Ghofur

Selengkapnya »