Kajian kali ini merupakan kelanjutan pembahasan hadis-hadis dari kitab Ridyadh ash-Shalihin.
Pembahasan utamanya adalah tentang hadis berikut (Chapter: Mujahadah):
عن أبي هريرةَ رضي اللَّه عنه أن النبي صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال: “إِنَّ اللَّه تَعَالَى قَالَ: منْ عادى لي وَلِيّاً. فقدْ آذنتهُ بالْحرْب. وَمَا تقرَّبَ إِلَيَ عبْدِي بِشْيءٍ أَحبَّ إِلَيَ مِمَّا افْتَرَضْت عليْهِ: وَمَا يَزالُ عَبْدِي يتقرَّبُ إِلى بالنَّوافِل حَتَّى أُحِبَّه، فَإِذا أَحبَبْتُه كُنْتُ سمعهُ الَّذي يسْمعُ بِهِ، وبَصره الَّذِي يُبصِرُ بِهِ، ويدَهُ الَّتي يَبْطِش بِهَا، ورِجلَهُ الَّتِي يمْشِي بِهَا، وَإِنْ سأَلنِي أَعْطيْتَه، ولَئِنِ اسْتَعَاذَنِي لأُعِيذَّنه “رواه البخاري
Dari Abu Hurairah (radhiyallahu ‘anhu), bahwa Nabi (shallallahu ‘alaihi wa sallam) bersabda: “Sesungguhnya Allah Ta‘ala berfirman: Siapa memusuhi wali-Ku, maka sungguh Aku telah mengumumkan perang terhadapnya. Tidak ada sesuatu yang digunakan oleh hamba-Ku untuk mendekatkan diri kepada-Ku yang lebih Aku cintai daripada apa yang telah Aku wajibkan kepadanya. Dan hamba-Ku senantiasa mendekatkan diri kepada-Ku dengan amalan-amalan sunnah hingga Aku mencintainya. Jika Aku mencintainya, maka Aku menjadi pendengarannya yang dengannya ia mendengar, penglihatannya yang dengannya ia melihat, tangannya yang dengannya ia memukul, dan kakinya yang dengannya ia berjalan. Jika ia meminta kepada-Ku, niscaya Aku akan memberinya. Dan jika ia memohon perlindungan kepada-Ku, niscaya Aku akan melindunginya.”
Selamat menyimak.
Pemateri: Kang Adni Kurniawan, Lc., M.M. (Head of Sharia Business Advisory Evermos)