Komitmen Pemberdayaan Komunitas Seller di Daerah
Kuningan, 27 Februari 2026 — Upaya memperkuat ekosistem seller daerah kembali diwujudkan melalui peluncuran Regional Community Kuningan yang diselenggarakan di Joglo Arunika, Kuningan. Kegiatan ini menjadi momentum strategis Everpro untuk mengaktifkan kembali engagement seller, khususnya para Imers Dropshipper Kuningan dan sekitarnya, sekaligus menyamakan pemahaman mengenai dinamika terbaru dalam ekosistem digital, terutama TikTok.
Mengusung tema “Pasukan Anti-RTS: Jualan Lebih Rapi, Bisnis Lebih Pasti”, acara ini dirancang bukan sekadar sebagai seremoni peluncuran komunitas, melainkan sebagai ruang belajar, ruang diskusi, dan ruang penguatan jejaring. Melalui pendekatan komunitas, Everpro bersama mitra menghadirkan forum yang aplikatif dan relevan dengan tantangan seller hari ini.
Langkah ini sejalan dengan prinsip dan pilar impact Evermos dalam pemberdayaan komunitas, di mana pertumbuhan bisnis tidak hanya berfokus pada angka penjualan, tetapi juga pada penguatan kapasitas, literasi operasional, dan keberlanjutan usaha para pelaku UMKM digital.
Menjawab Tantangan RTS dan Dinamika Ekosistem TikTok
Perkembangan ekosistem TikTok yang semakin kompetitif menghadirkan peluang besar sekaligus tantangan nyata bagi seller. Salah satu isu yang kerap dihadapi adalah tingginya angka RTS (Return to Sender), yang tidak hanya berdampak pada biaya operasional, tetapi juga pada reputasi toko dan stabilitas bisnis jangka panjang.
Melalui forum ini, seller diajak memahami akar permasalahan RTS, mulai dari kesalahan pengelolaan stok, kurangnya validasi pesanan, hingga pengemasan dan proses pengiriman yang belum optimal. Edukasi ini menjadi krusial agar seller tidak sekadar fokus pada peningkatan traffic dan penjualan, tetapi juga pada kualitas operasional yang lebih rapi dan terstruktur.
Diskusi ekosistem yang dihadirkan dalam sesi utama membantu peserta melihat gambaran besar: bahwa keberhasilan berjualan di platform digital membutuhkan integrasi antara strategi marketing, manajemen order, hingga pengelolaan risiko.
Kolaborasi Praktisi dan Advisor untuk Pendampingan Nyata
Acara ini menghadirkan para praktisi yang telah berpengalaman di lapangan, di antaranya Fery Marendra dan Akbar Lucky Store, yang dikenal sebagai Imers dan KOL dengan rekam jejak membangun performa toko secara konsisten. Turut hadir pula Argo Jati, advisor Everpro yang memberikan perspektif strategis terkait penguatan operasional seller.
Melalui sharing praktisi, peserta mendapatkan insight konkret mengenai cara menekan RTS melalui validasi order yang disiplin, komunikasi pelanggan yang lebih jelas, serta pengelolaan sistem yang lebih terintegrasi. Sementara itu, dari sisi advisory, seller diajak memahami pentingnya membangun fondasi bisnis yang berkelanjutan, bukan hanya mengejar momentum viral sesaat.
Hadir secara online David Ganda (TikTok Business Partnership Manager) dan Tiyo Kasogih (TikTok Customer Solution Team) untuk pengenalan serta optimasi TikTok Webpage.
Sinergi antara praktisi dan advisor ini menghadirkan keseimbangan antara pengalaman lapangan dan kerangka strategi yang terukur, sehingga materi yang disampaikan tidak berhenti pada teori, tetapi dapat langsung diterapkan oleh seller.
Membangun Koneksi dan Kepercayaan Seller Regional
Salah satu objektif utama dari peluncuran Regional Community Kuningan adalah membangun kembali koneksi dan kepercayaan seller regional. Dalam beberapa waktu terakhir, banyak seller menghadapi perubahan algoritma, dinamika pasar, serta tekanan kompetisi harga yang ketat. Kondisi ini membuat sebagian pelaku usaha membutuhkan ruang untuk berdiskusi dan saling menguatkan.
Melalui forum komunitas, para seller tidak lagi berjalan sendiri. Mereka memiliki wadah untuk bertukar pengalaman, berbagi solusi, serta membangun jejaring kolaborasi. Pendekatan komunitas ini menjadi fondasi penting dalam menciptakan engagement yang lebih organik dan berkelanjutan.
Interaksi langsung di Joglo Arunika pada 27 Februari 2026 tersebut memperlihatkan antusiasme peserta dalam mengikuti diskusi, bertanya, dan berbagi praktik terbaik. Hal ini menunjukkan bahwa seller daerah memiliki semangat belajar yang tinggi ketika difasilitasi dengan ruang yang tepat.
Regional Community Kuningan sebagai Fondasi Jangka Panjang
Peluncuran Regional Community Kuningan bukanlah titik akhir, melainkan langkah awal untuk membangun hubungan jangka panjang antara Everpro dan seller lokal. Dengan pendekatan yang kolaboratif, komunitas ini diharapkan menjadi ruang konsisten untuk edukasi, diskusi, serta penguatan kapasitas seller.
Ke depan, komunitas regional diharapkan mampu mendorong adopsi sistem operasional yang lebih rapi, meningkatkan awareness terhadap pentingnya manajemen risiko seperti RTS, serta memperkuat engagement yang tumbuh secara organik. Dengan fondasi ini, seller tidak hanya lebih siap menghadapi dinamika platform, tetapi juga lebih percaya diri dalam mengembangkan bisnisnya.
Lebih dari sekadar peningkatan performa toko, inisiatif ini mencerminkan komitmen pemberdayaan yang berorientasi pada keberlanjutan. Ketika seller didampingi untuk memahami proses bisnis secara menyeluruh, dampaknya tidak hanya dirasakan pada level individu, tetapi juga pada pertumbuhan ekosistem UMKM digital secara kolektif.
Menguatkan Ekosistem, Menghadirkan Dampak
Melalui Regional Community Kuningan, pendekatan pemberdayaan diwujudkan dalam bentuk nyata: edukasi yang aplikatif, forum diskusi yang relevan, serta kolaborasi yang membangun kepercayaan. Dengan mengangkat tema “Pasukan Anti-RTS”, seller diajak untuk melihat bahwa kerapian operasional adalah kunci bisnis yang lebih pasti.
Langkah ini selaras dengan visi membangun ekosistem yang inklusif dan bertumbuh bersama. Ketika komunitas diperkuat, kapasitas meningkat, dan hubungan dijaga secara berkelanjutan, maka dampak yang dihasilkan tidak hanya bersifat jangka pendek, tetapi mampu menjadi fondasi pertumbuhan yang lebih stabil.
Launching Regional Community Kuningan menjadi bukti bahwa pemberdayaan komunitas bukan sekadar konsep, melainkan strategi konkret dalam menciptakan seller yang lebih siap, lebih rapi, dan lebih berdaya di tengah perkembangan industri digital yang terus bergerak cepat.






