Pada Selasa, 14 April 2026, Hall Evermos Digital Complex Bandung menjadi titik temu bagi para pelaku industri tekstil Indonesia untuk menghadapi satu pertanyaan yang semakin mendesak: bagaimana mengubah limbah menjadi sumber daya bernilai, dan bagaimana membangun rantai pasok tekstil yang tidak hanya efisien secara ekonomi, tetapi juga bertanggung jawab terhadap lingkungan? Menjawab tantangan tersebut, Evermos bersama Closed Loop Fashion menggelar pelatihan bertajuk Sustainability & Circularity in Indonesian Textile Supply Chain, sebuah inisiatif pelatihan sustainability rantai pasok tekstil Indonesia yang dirancang khusus untuk para pelaku manufaktur dan brand fashion lokal.
Industri Tekstil di Persimpangan: Antara Pertumbuhan dan Tanggung Jawab Lingkungan
Industri tekstil Indonesia adalah salah satu tulang punggung perekonomian nasional. Namun di balik angka produksi yang terus tumbuh, tersimpan persoalan yang tidak bisa lagi diabaikan: tingginya volume limbah tekstil yang belum terkelola secara optimal. Model ekonomi linier yang selama ini menjadi landasan kerja sebagian besar pelaku usaha, di mana bahan baku diambil, diolah menjadi produk, lalu dibuang begitu saja terbukti menciptakan beban ekologis yang semakin berat.
Di saat yang sama, standar keberlanjutan global semakin ketat. Pasar internasional kini tidak hanya menilai produk dari sisi harga dan kualitas, tetapi juga dari jejak lingkungan yang ditinggalkan sepanjang proses produksinya. Bagi pelaku usaha tekstil Indonesia yang ingin tetap kompetitif di panggung global, transformasi bukan lagi pilihan, melainkan keharusan.
Pelatihan ini hadir sebagai respons nyata terhadap kondisi tersebut. Alih-alih membiarkan limbah menjadi beban, para peserta diajak untuk melihatnya sebagai sumber daya yang memiliki nilai ekonomi, asalkan dikelola dengan sistem yang tepat dan ter-standarisasi.

Mendorong Transformasi Nyata
Pelatihan ini menghadirkan dua pemateri yang membawa keahlian saling melengkapi, memastikan peserta mendapatkan perspektif yang utuh dari teknis pengelolaan limbah hingga komunikasi dan implementasi program keberlanjutan.
Annisa Fauziah, Waste & Circularity Specialist dari Closed Loop Fashion, hadir sebagai pemateri teknis yang mengupas tuntas mekanisme pengelolaan limbah tekstil secara sirkular. Annisa memandu peserta untuk memahami bagaimana setiap sisa produksi bisa diidentifikasi, diklasifikasikan, dan dikembalikan ke dalam siklus produksi atau dialihkan ke jalur pemanfaatan yang memiliki nilai ekonomi. Pemahaman praktis ini menjadi bekal penting bagi pelaku manufaktur yang ingin memulai perjalanan menuju zero-waste production.
Shanina Aradhana, Comms Lead sekaligus Project Manager Indonesia Closed Loop Fashion, melengkapi sesi pelatihan dengan perspektif tentang bagaimana program keberlanjutan dapat dikomunikasikan secara efektif dan diimplementasikan secara strategis di dalam organisasi. Shanina menekankan pentingnya transparansi melalui deklarasi material berkelanjutan sebagai fondasi kepercayaan, baik dari sisi konsumen, mitra bisnis, maupun pasar internasional.
Sirkularitas Material: Mengubah Cara Pandang tentang Limbah
Salah satu pilar utama pelatihan ini adalah edukasi mengenai sirkularitas material. Peserta diajak untuk meninggalkan cara pandang lama yang memandang limbah sebagai akhir dari sebuah proses, dan mulai membangun perspektif baru bahwa limbah adalah titik awal dari siklus produksi berikutnya.
Dalam ekonomi sirkular, tidak ada yang benar-benar terbuang. Sisa kain dari proses cutting bisa menjadi bahan baku bagi industri lain. Produk yang tidak terjual bisa didaur ulang atau diremajakan. Material bekas pakai bisa diintegrasikan kembali ke dalam rantai pasok dengan nilai tambah yang terukur. Pemahaman inilah yang menjadi inti dari transformasi yang ditawarkan pelatihan ini kepada para pelaku manufaktur dan brand fashion yang hadir.
Lebih dari sekadar wawasan konseptual, peserta juga mendapatkan panduan tentang bagaimana membangun sistem pengelolaan limbah yang ter-standarisasi, sebuah langkah praktis yang dapat langsung diimplementasikan di lini produksi masing-masing.
Transparansi sebagai Fondasi Kepercayaan: Deklarasi Material Berkelanjutan
Di tengah meningkatnya tuntutan konsumen dan regulasi global terhadap transparansi rantai pasok, kemampuan untuk mendokumentasikan dan mendeklarasikan material yang digunakan dalam proses produksi menjadi semakin krusial. Pelatihan ini secara khusus membangun kesadaran peserta mengenai pentingnya deklarasi material berkelanjutan sebagai instrumen transparansi yang membuka akses ke pasar-pasar dengan standar ESG tinggi.
Bagi brand fashion yang menargetkan segmen pasar yang lebih sadar lingkungan, atau bagi produsen yang ingin bermitra dengan buyer internasional yang mensyaratkan bukti keberlanjutan, kemampuan ini bukan lagi nilai tambah, ia adalah prasyarat.
Evermos dan Closed Loop Fashion: Kolaborasi yang Berakar pada Komitmen Bersama
Kehadiran Evermos sebagai penyelenggara pelatihan ini bukan tanpa landasan yang kuat. Sebagai platform commerce dengan lebih dari 50% kategori produk berbasis tekstil dan ratusan brand serta produsen dalam ekosistemnya, Evermos berada pada posisi yang strategis untuk mendorong perubahan di seluruh rantai pasok. Komitmen ini sejalan dengan pilar pemberdayaan UMKM yang menjadi salah satu fondasi program impact Evermos.
Kolaborasi dengan Closed Loop Fashion memperkuat inisiatif ini dengan keahlian teknis dan jaringan global dalam pengembangan ekonomi sirkular di sektor tekstil. Keduanya berbagi keyakinan bahwa masa depan industri tekstil Indonesia bergantung pada kemampuan para pelakunya untuk bertransformasi, dari sekadar memproduksi, menjadi pelaku bisnis yang bertanggung jawab terhadap keseluruhan siklus hidup produk yang mereka hasilkan.
Kegiatan ini merupakan bagian dari kolaborasi project Evermos bersama Closed Loop yang di-support oleh DEG Impulse, anak perusahaan nirlaba dari DEG (German Development Bank), dengan tujuan mengembangkan praktik ekonomi sirkular pada industri tekstil di Indonesia.
Menutup Pelatihan, Membuka Babak Baru
Pelatihan Sustainability & Circularity in Indonesian Textile Supply Chain yang berlangsung di Hall Evermos Digital Complex, Bandung, 14 April 2026 ini bukan sekadar acara edukasi satu hari. Ia adalah titik awal dari perjalanan panjang yang mengajak seluruh pelaku industri tekstil Indonesia untuk berpikir dan bertindak secara berbeda tentang nilai, limbah, dan tanggung jawab bisnis.
Peserta diharapkan pulang tidak hanya dengan pengetahuan baru, tetapi dengan mindset yang telah bergeser: bahwa limbah adalah peluang, bahwa transparansi adalah kekuatan, dan bahwa bisnis tekstil yang berkelanjutan adalah bisnis yang paling siap untuk bertahan dan berkembang di tengah tekanan standar global yang terus meningkat.
Evermos percaya bahwa perubahan industri tidak terjadi dalam sekali langkah. Ia dibangun dari satu pelatihan, satu kolaborasi, dan satu pelaku usaha yang mulai bertransformasi pada satu waktu. Dan dari Hall Evermos Digital Complex di Bandung, perjalanan itu kembali dilanjutkan.
Ingin mengetahui lebih lanjut tentang program ESG dan keberlanjutan Evermos? Kunjungi halaman Evermos ESG dan Sustainability Report kami.











