Konsisten Dalam Berinovasi, Poin Penting Perkembangan Arra

Perjalanan bisnis tidak selalu mulus, begitu pun yang dialami Kang Adi Jauhari atau disapa Kang Adi. Sebelum mendirikan brand Arra, beliau telah berganti-ganti produk untuk dijual. Sampai akhirnya mendapat pesanan untuk membuat baju koko dan ternyata memiliki prospek yang bagus untuk bisnis. Saat bulan Ramadhan, beliau menjual produk tersebut dan sangat laris hingga memperoleh keuntungan cukup besar. Dari sinilah Kang Adi akhirnya memutuskan untuk menekuni bisnis baju muslim dengan brand Arra.

Kang Adi tidak menjual langsung produknya ke konsumen, sehingga memberikan peluang bisnis untuk orang lain untuk menjadi dropshipper atau reseller untuk produknya. Selain itu, beliau berusaha agar Arra dapat memberikan kebermanfaatan untuk internal Arra sendiri maupun orang lain. Salah satu usahanya yakni mengadakan pelatihan mengenai bisnis online melalui daring maupun luring untuk dropshipper, reseller, dan masyarakat di sekitarnya.  

 

Awal Mula Berdirinya Arra

Konsisten Dalam Berinovasi, Poin Penting Perkembangan Arra

Sebelum mendirikan brand Arra, Kang Adi telah mencoba jualan berbagai produk namun belum ada yang berhasil. Meski begitu, beliau tidak menyerah dan berdoa kepada Allah agar ditunjukkan jalan rezekinya. Doa beliau terkabul terbukti dengan mendapat pesanan dari temannya untuk membuat baju koko. Beliau turut meminta izin kepada temannya untuk ikut berjualan. Saat itu di bulan Ramadhan, dari berjualan baju koko beliau mendapat profit hingga 40 juta yang kemudian digunakan sebagai modal untuk berjualan baju muslim. 

Awal jualan, Kang Adi belum menggunakan nama Arra. Arra berasal dari gabungan nama ketiga anak beliau. Setelah lebaran, beliau baru menggunakan brand Arra untuk produknya. Saat itu pun hanya berupa font dengan tulisan Arra, belum menggunakan logo Arra sekarang. Pada Februari 2019, Kang Adi membuat logo baru untuk brand Arra dan selanjutnya pada 2020, Arra didaftarkan untuk memperoleh HAKI. Saat merintis Arra, Kang Adi masih bekerja di tempat lain, tetapi seiring meningkatnya permintaan produk Kang Adi memutuskan resign dan fokus menjalankan Arra. 

Tantangan dalam Berbisnis Menurut Kang Adi

Menurut Kang Adi, dalam menjalankan bisnis, orang terkadang terjebak pada penjualan. Jadi terlalu fokus pada penjualan. Saat penjualan sudah bagus, orang cenderung berhenti berinovasi. Padahal, berbekal pengalaman Arra sendiri, Arra bisa bertahan hingga sekarang berkat adanya inovasi. Menurutnya, Arra hanya membutuhkan sekitar tiga orang untuk proses penjualan, menangani pesanan, dan menjawab chat, tetapi nyatanya karyawan beliau saat ini mencapai 30 orang.

Kang Adi membagi karyawan Arra menjadi tim marketing dan tim pengembangan produk. Menurutnya, inovasi merupakan hal penting dalam bisnis. Berdasarkan pengalaman beliau sendiri, Arra pernah mengalami kerugian hingga ratusan juta akibat manajemen  yang buruk. Saat itu, Arra terlalu fokus pada penjualan dan tidak memperhatikan pengembangan produk. Kejadian itu menyadarkan Kang Adi bahwa pengembangan produk juga tak kalah penting dari marketing. Itu sebabnya, beliau membagi tim Arra menjadi tim marketing dan tim pengembangan produk.

Cara Kang Adi Menjaga Trust dan Ekosistem Arra

Karena tidak menjual produk langsung ke konsumen, Kang Adi berusaha menjaga kepercayaan konsumen melalui para dropshipper dan reseller. Beliau berusaha memberikan pelayanan dan kualitas produk terbaik untuk mereka. Adanya inovasi dan pengembangan produk juga merupakan salah satu usaha menjaga kepercayaan konsumen. Inovasi yang cepat memungkinkan Arra untuk bisa mengikutri trend dengan cepat sehingga bisa mengeluarkan produk sesuai trend terbaru pula. 

Kang Adi berusaha menjaga internal Arra sebaik mungkin dengan manajemen yang baik. Beliau juga berusaha memberikan kenyamanan dan gaji yang sesuai kepada karyawannya. Beliau akan memberikan apresiasi kepada karyawan yang memiliki kinerja baik, attitude baik, dan mempertimbangkan latar belakang pendidikan mereka. Cara ini sebagai bentuk Kang Adi dalam menjaga loyalitas karyawan Arra. 

 

Dampak Arra untuk Masyarakat

Konsisten Dalam Berinovasi, Poin Penting Perkembangan Arra

Melalui Arra, Kang Adi berusaha memberikan dampak untuk lingkungan terutama masyarakat di sekitarnya melalui program dropship atau reseller. Arra tidak menjual produk langsung kepada konsumen sehingga sistem reseller ini sangat bisa dimanfaatkan sebagai peluang bisnis untuk masyarakat. Sistem ini sangat membantu perekonomian masyarakat. Bahkan, ada salah satu reseller Arra yang berhasil memperperoleh omset hingga 200 juta/bulan. Beliau juga sering memberikan diskon, produk terbaru, dan mengadakan pelatihan untuk membantu Hal ini membuktikan bahwa Arra bisa memberikan dampak luas untuk masyarakat. 

Kang Adi juga berusaha memberikan dampak untuk masyarakat dengan mengadakan program pelatihan bisnis dan penjualan online untuk warga Kecamatan Bojongloa Kidul. Rencananya, program pelatihan online juga akan digelar khusus untuk dropshipper dan reseller pemula maupun yang sudah mahir. Melalui program tersebut, beliau berharap semakin banyak orang yang bisa berjualan online dan menjadi partner Arra. Dengan begitu, Arra bisa memberikan dampak dan manfaat untuk masyarakat sekitar. 

 

Harapan dan Tips Bisnis dari Kang Adi

Bagi Kang Adi, produk Arra harus bagus dan memiliki value sehingga diminati konsumen. Beliau berusaha semaksimal mungkin agar produk Arra menarik dengan desain dan warna yang sederhana. Adanya tim pengembangan produk membuat Arra selalu bisa berinovasi dengan cepat sehingga bisa menjadi trend baju muslim di Indonesia. Proses distribusi produk juga semakin luas berkat sistem dropship dan reseller. Beliau ingin produk Arra memiliki banyak peminat dan bisa tersebar ke seluruh wilayah Indonesia. 

Kang Adi juga memberikan tips bisnis agar bisa scale up. Pertama, bisnis apapun harus memiliki produk atau pelayanan yang bagus agar tidak ditinggalkan konsumen. Kedua, distribusi penjualan yang baik akan memungkinkan peningkatan penjualan. Ketiga, adanya akses pendanaan akan mempermudah proses scale up bisnis. Itulah beberapa tips bisnis dari Kang Adi yang bisa kita teladani.

 

 

 

 

Bagikan :

Artikel Terkait

Kolaborasi Evermos dan PKK Pondok Pinang untuk Pemberdayaan Perempuan dan Edukasi Mengenai Kanker Serviks

Kanker serviks masih menjadi salah satu ancaman terbesar bagi kesehatan perempuan Indonesia. Berdasarkan data nasional, penyakit ini menempati posisi kedua penyebab kematian akibat kanker pada perempuan, dan sebagian besar kasus baru terdeteksi pada stadium lanjut. Kondisi ini menunjukkan masih terbatasnya akses informasi dan pemeriksaan dini bagi masyarakat, terutama di tingkat kelurahan dan komunitas lokal. Untuk

Selengkapnya »

Workshop Digital Marketing: Menguatkan Keterampilan Ekonomi Digital Perempuan sebagai Pilar Ketangguhan Keluarga

Kudus, 20 Juli 2025 – Evermos kembali menunjukkan komitmennya dalam memperluas dampak sosial melalui kolaborasi dengan berbagai organisasi pemberdayaan perempuan. Kali ini, kolaborasi bersama Nasyiatul Aisyiyah (NA) Jawa Tengah berlangsung di Universitas Muhammadiyah Kudus dengan tajuk Workshop Digital Marketing: Menguatkan Keterampilan Ekonomi Digital Perempuan Muda sebagai Pilar Ketangguhan Keluarga. Sebagai organisasi otonom Muhammadiyah yang berfokus

Selengkapnya »

Menguatkan Keterampilan Ekonomi Digital Perempuan Muda Bersama Nasyiatul Aisyiyah

Pekalongan, 11 Mei 2025 — Langkah kolaboratif untuk memperkuat kemandirian ekonomi perempuan muda terus digaungkan oleh Evermos. Kali ini, Evermos bersama Pimpinan Pusat Nasyiatul Aisyiyah (PPNA) melalui departemen ekonomi menghadirkan pelatihan bertema “Menguatkan Keterampilan Ekonomi Digital Perempuan Muda” di Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan (UMPP). Kegiatan ini menjadi lanjutan dari sinergi positif antara Evermos dan Nasyiatul

Selengkapnya »