Evermos Bersama Adeena Psychology Centre Menyelenggarakan Seminar Menyelamatkan Keluarga dari Perilaku KDRT

Viralnya tindakan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang dialami salah seorang influencer media sosial kembali membuka mata masyarakat bahwa kasus-kasus tersebut masih banyak ditemukan. Masyarakat perlu memahami tentang berbagai bentuk KDRT yang mungkin terjadi di lingkungan terdekat tanpa disadari. Evermos, sebagai start up yang mendukung pemberdayaan perempuan turut serta berkontribusi untuk memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai keselamatan keluarga dari perilaku KDRT. 

Evermos Bersama Adeena Psychology Centre Menyelenggarakan Seminar Menyelamatkan Keluarga dari Perilaku KDRT

Evermos berkolaborasi dengan Adeena Psychology Centre untuk mengadakan seminar dengan judul ‘Selamatkan Keluarga dari Perilaku KDRT’. Adeena Psychology Centre merupakan  biro konsultan psikologi yang berfokus untuk menjalankan awareness terhadap isu-isu sosial di lingkup keluarga. Hadir pula perwakilan dari Women Crisis Center (WCC) Pasundan Durebang dan Yayasan SAPA sebagai lembaga yang men-support terhadap keselamatan keluarga dari perilaku KDRT. WCC Pasundan Durebang adalah lembaga layanan yang telah berdiri resmi sejak tahun 2013, berfokus pada upaya pencegahan, penanganan, dan pemulihan, serta advokasi korban kekerasan berbasis gender di wilayah Bandung Raya. Yayasan SAPA atau SAPA Institute adalah suatu learning organization non-profit dan independen yang berfokus pada isu perempuan terkait hak seksual, kesehatan reproduksi, dan kemandirian ekonomi perempuan, serta anti kekerasan. 

Evermos Bersama Adeena Psychology Centre Menyelenggarakan Seminar Menyelamatkan Keluarga dari Perilaku KDRT

Seminar telah dilaksanakan di Kantor Kelurahan Kacapiring, Kota Bandung pada Rabu, 28 Agustus 2024 dengan peserta Ibu-ibu PKK Kacapiring Bandung. Fainna Safitri S.Psi, M.Psi, seorang psikolog dan Founder Adeena Psychology Centre  hadir sebagai pemateri memberikan pemaparan materi tentang bagaimana menyelamatkan keluarga dari perilaku KDRT. Selain itu, hadir pula pemateri dari perwakilan WCC Pasundan Durebang. Obertina M. Johanis, selaku Konselor dan Manager Keuangan WCC Pasundan Durebang, dan Vini Zulva dari Yayasan SAPA yang memberikan materi tentang Sosialisasi Penanganan Kasus dan Perlindungan Korban KDRT. WCC Pasundan Durebang dan Yayasan SAPA merupakan lembaga perlindungan korban kekerasan yang memberikan sosialisasi terkait tahapan penanganan korban KDRT. 

Melalui acara ini, Evermos berharap peserta yang hadir dapat memahami apa saja bentuk perilaku KDRT serta dampaknya bagi korban sehingga mampu mencegah atau melindungi korban dari tindak kekerasan. 

Bagikan :

Artikel Terkait

Bergerak Bersama, Saling Menguatkan: Evermos Impact dan Ibu2Ngabring Dorong Pemberdayaan Perempuan melalui Zumba

Pemberdayaan perempuan menjadi salah satu langkah penting dalam menciptakan ruang yang mendukung perempuan untuk terus bertumbuh, membangun koneksi, dan menjaga keseimbangan dalam menjalani berbagai peran. Upaya tersebut tidak selalu hadir melalui kegiatan yang bersifat edukatif atau pengembangan kapasitas, tetapi juga dapat dimulai dari ruang sederhana yang memungkinkan perempuan berinteraksi, beraktivitas, dan saling memberikan dukungan. Pada

Selengkapnya »

Evermos Impact, Heiji, dan Komunitas Balad Bunda Berkolaborasi Dorong Pemberdayaan Perempuan melalui Urun Ramai

Bandung, 29 Agustus 2026 — Dalam semangat kemerdekaan, Evermos Impact bersama Heiji berkolaborasi dengan Balad Bunda menghadirkan Urun Ramai, sebuah kegiatan yang mengajak perempuan untuk bertemu, bermain, dan membangun relasi dalam suasana yang penuh kebersamaan. Kegiatan ini berlangsung pada Sabtu, 29 Agustus 2026 di 150 Coffee Garden, Bandung, dan terbuka untuk peserta umum. Urun Ramai

Selengkapnya »

Kolaborasi Evermos dan PKK Pondok Pinang untuk Pemberdayaan Perempuan dan Edukasi Mengenai Kanker Serviks

Kanker serviks masih menjadi salah satu ancaman terbesar bagi kesehatan perempuan Indonesia. Berdasarkan data nasional, penyakit ini menempati posisi kedua penyebab kematian akibat kanker pada perempuan, dan sebagian besar kasus baru terdeteksi pada stadium lanjut. Kondisi ini menunjukkan masih terbatasnya akses informasi dan pemeriksaan dini bagi masyarakat, terutama di tingkat kelurahan dan komunitas lokal. Untuk

Selengkapnya »