Dari Modal Arisan hingga Bertahan Lima Tahun Bersama Evermos, Perjalanan Pemberdayaan Rio Andriana di Jogja

Perjalanan Rio Andriana sebagai reseller Evermos bermula dari keseharian yang sederhana di Yogyakarta. Sehari-hari, ia sudah terbiasa berjualan secara offline di lingkungan sekitarnya. Ketika memiliki dana arisan yang belum terpakai, muncul keinginan untuk mencoba peluang baru agar uang tersebut bisa dimanfaatkan secara lebih produktif.

Pada tahun 2019, Evermos menjadi pilihan yang saat itu masih sangat baru. Proses bergabung dilakukan dengan niat mencoba, tanpa target besar. Awalnya, aktivitas berbelanja dilakukan untuk kebutuhan pribadi karena harga yang lebih terjangkau. Dari sini, benih perjalanan usaha digital itu mulai tumbuh, meski belum sepenuhnya berjalan sebagai sumber penghasilan.

Tantangan Awal Berjualan di Era Digital

Di masa awal, keterbatasan sistem dan fitur aplikasi menjadi tantangan tersendiri. Proses membagikan produk, mengelola katalog, hingga menjangkau calon pembeli membutuhkan usaha ekstra. Pendampingan pun belum seintens sekarang, sehingga Rio harus belajar secara mandiri.

Kondisi tersebut sempat membuat aktivitas berjualan terhenti. Berjualan online terasa rumit dan kurang efisien dibandingkan dengan pola jual beli offline yang sudah lebih dulu dikuasai. Namun fase ini justru menjadi bagian penting dalam proses adaptasi, sekaligus memberi ruang untuk kembali dengan pemahaman yang lebih matang.

Kembali Aktif dan Bertumbuh Bersama Evermos

Momentum perubahan terjadi pada tahun 2021. Saat kembali membuka aplikasi Evermos, Rio melihat banyak perkembangan yang memudahkan proses berjualan. Fitur yang semakin ramah pengguna dan sistem yang lebih terstruktur membuat aktivitas jual beli terasa lebih praktis.

Sejak saat itu, Rio kembali aktif dan konsisten hingga sekarang. Ia mulai menyesuaikan diri dengan pola berjualan online, memanfaatkan fitur yang ada, serta membangun kebiasaan berbagi produk secara rutin. Proses ini tidak instan, namun dijalani secara bertahap sesuai dengan ritme keseharian.

Menyesuaikan Produk dengan Kebutuhan Lingkungan

Dalam menjalankan usahanya, Rio memilih pendekatan yang dekat dengan lingkungan sekitar. Produk yang ditawarkan disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat, terutama ibu-ibu rumah tangga. Kebutuhan rumah tangga dan produk fesyen menjadi kategori yang paling relevan dan diminati.

Strategi ini membuat aktivitas berjualan terasa lebih natural. Tanpa perlu stok barang, Rio dapat menawarkan produk yang memang dibutuhkan, sekaligus meminimalkan risiko. Pola ini sejalan dengan konsep Evermos yang membuka akses usaha dengan modal ringan dan fleksibel.

Dari Modal Arisan hingga Bertahan Lima Tahun Bersama Evermos, Perjalanan Pemberdayaan Rio Andriana di Jogja

Lebih dari Penghasilan, Tumbuh Bersama Komunitas

Manfaat yang dirasakan Rio tidak hanya soal tambahan penghasilan. Bergabung sebagai reseller Evermos membuka ruang silaturahmi yang lebih luas. Jaringan pertemanan bertambah, tidak hanya di wilayah Yogyakarta, tetapi juga lintas daerah.

Interaksi melalui komunitas, pertemuan reseller, hingga kegiatan offline menjadi bagian penting dari perjalanan ini. Dukungan sosial dan rasa kebersamaan antar reseller memberikan motivasi untuk tetap bertahan, terutama saat menghadapi tantangan dalam berjualan.

Menjalani Tantangan dengan Pendekatan Berkelanjutan

Dalam dunia usaha, tantangan adalah hal yang tidak terpisahkan. Pengembalian barang, kepuasan pelanggan, hingga dinamika penjualan menjadi bagian dari proses yang dijalani. Rio memilih untuk menghadapi semua itu dengan pendekatan yang sederhana dan realistis.

Alih-alih terburu-buru mengejar hasil, ia menjalani usaha secara perlahan dan konsisten. Tetap berbagi produk, memahami kebutuhan pasar, serta menjaga ritme kerja agar tetap seimbang dengan aktivitas sehari-hari menjadi prinsip yang dipegang hingga kini.

Ruang Produktif di Luar Aktivitas Berjualan

Menariknya, perjalanan pemberdayaan ini juga berjalan berdampingan dengan aktivitas produktif lain. Selain berjualan online, Rio mengembangkan keterampilan menjahit dan merajut. Aktivitas ini tidak hanya menjadi ruang ekspresi, tetapi juga membuka potensi usaha di masa depan.

Melalui media sosial, proses berkarya tersebut mulai dibagikan, menunjukkan bahwa pemberdayaan dapat hadir dalam berbagai bentuk. Evermos, dalam hal ini, menjadi salah satu ekosistem yang mendukung individu untuk tetap produktif sesuai dengan minat dan kapasitas masing-masing.

Evermos sebagai Ekosistem Pemberdayaan Reseller

Kisah Rio Andriana mencerminkan bagaimana Evermos berperan sebagai ekosistem pemberdayaan reseller. Dengan model usaha tanpa stok, dukungan komunitas, dan akses ke berbagai produk, Evermos membuka peluang bagi siapa pun untuk memulai usaha dari skala kecil.

Setelah lebih dari lima tahun berjalan bersama Evermos, Rio tetap konsisten melangkah. Bukan hanya untuk berjualan, tetapi juga untuk menjaga keberlanjutan usaha, relasi sosial, dan ruang belajar yang terus berkembang. Dari langkah kecil hingga perjalanan panjang, kisah ini menjadi bagian dari upaya pemberdayaan yang berdampak nyata.

Bagikan :

Artikel Terkait

Kolaborasi Evermos dan PKK Pondok Pinang untuk Pemberdayaan Perempuan dan Edukasi Mengenai Kanker Serviks

Kanker serviks masih menjadi salah satu ancaman terbesar bagi kesehatan perempuan Indonesia. Berdasarkan data nasional, penyakit ini menempati posisi kedua penyebab kematian akibat kanker pada perempuan, dan sebagian besar kasus baru terdeteksi pada stadium lanjut. Kondisi ini menunjukkan masih terbatasnya akses informasi dan pemeriksaan dini bagi masyarakat, terutama di tingkat kelurahan dan komunitas lokal. Untuk

Selengkapnya »

Workshop Digital Marketing: Menguatkan Keterampilan Ekonomi Digital Perempuan sebagai Pilar Ketangguhan Keluarga

Kudus, 20 Juli 2025 – Evermos kembali menunjukkan komitmennya dalam memperluas dampak sosial melalui kolaborasi dengan berbagai organisasi pemberdayaan perempuan. Kali ini, kolaborasi bersama Nasyiatul Aisyiyah (NA) Jawa Tengah berlangsung di Universitas Muhammadiyah Kudus dengan tajuk Workshop Digital Marketing: Menguatkan Keterampilan Ekonomi Digital Perempuan Muda sebagai Pilar Ketangguhan Keluarga. Sebagai organisasi otonom Muhammadiyah yang berfokus

Selengkapnya »

Menguatkan Keterampilan Ekonomi Digital Perempuan Muda Bersama Nasyiatul Aisyiyah

Pekalongan, 11 Mei 2025 — Langkah kolaboratif untuk memperkuat kemandirian ekonomi perempuan muda terus digaungkan oleh Evermos. Kali ini, Evermos bersama Pimpinan Pusat Nasyiatul Aisyiyah (PPNA) melalui departemen ekonomi menghadirkan pelatihan bertema “Menguatkan Keterampilan Ekonomi Digital Perempuan Muda” di Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan (UMPP). Kegiatan ini menjadi lanjutan dari sinergi positif antara Evermos dan Nasyiatul

Selengkapnya »