Awal Langkah di Tengah Ketidakpastian
Perjalanan Sani Fitrotul sebagai reseller Evermos bermula di masa yang tidak mudah bagi banyak orang. Pandemi COVID-19 membuat aktivitas kerja terhenti sementara, ruang gerak terbatas, dan rasa tidak pasti hadir dalam keseharian. Di tengah kondisi tersebut, Sani yang saat itu masih aktif bekerja sebagai karyawan mulai mencari kemungkinan untuk tetap produktif tanpa harus meninggalkan tanggung jawab utamanya.
Perkenalan dengan Evermos datang dari lingkar terdekat. Dari obrolan sederhana dan rasa penasaran, Sani melihat peluang baru yang terasa realistis: berjualan online tanpa harus stock barang, tanpa modal besar, dan bisa dijalankan di sela waktu. Keputusan untuk mencoba bukan dilandasi target besar, melainkan keinginan untuk tetap bergerak dan membuka kemungkinan penghasilan tambahan.
Langkah awal itu dimulai dari hal yang paling ia kenal dan sukai, produk tas. Dengan pengalaman menggunakan sendiri, Sani merasa lebih percaya diri saat membagikan produk kepada teman-temannya.
Dari Pemakaian Pribadi Menjadi Kepercayaan
Berjualan bagi Sani bukan soal memaksa orang membeli, melainkan berbagi pengalaman. Produk-produk yang ia tawarkan adalah produk yang ia pahami kualitasnya, kelebihan dan keterbatasannya. Ia terbiasa menjelaskan secara jujur, sehingga relasi yang terbangun dengan pembeli terasa lebih personal.
Dari unggahan sederhana di status WhatsApp, respons mulai berdatangan. Teman-teman yang sebelumnya sering menitipkan pembelian justru melihat nilai lebih: harga terjangkau, kualitas layak, dan rekomendasi dari orang yang mereka percaya. Dari situ, jualan tas perlahan menjadi pintu masuk utama Sani dalam perjalanan sebagai reseller Evermos.
Kepercayaan itu tidak datang seketika, melainkan tumbuh dari konsistensi, keterbukaan, dan pengalaman nyata sebagai pengguna.
Belajar Jualan Online di Tengah Kesibukan
Berbeda dengan banyak pelaku usaha digital, Sani memulai jualan online tanpa latar belakang sebelumnya. Dunia digital, marketplace, hingga media sosial adalah hal baru yang harus ia pelajari sambil jalan. Meski begitu, ia tidak menutup diri dari proses belajar.
Setiap kesempatan pelatihan, kopdar, atau sesi edukasi menjadi ruang berharga. Meski tidak selalu bisa hadir karena pekerjaan utama, Sani berusaha menyerap ilmu dengan caranya sendiri, mencatat, menyimpan materi, dan mempelajarinya kembali di waktu senggang.
Baginya, usia dan kesibukan bukan alasan untuk berhenti belajar. Melihat sesama reseller yang lebih senior tetap aktif dan bersemangat justru menjadi pemantik untuk terus beradaptasi dengan perubahan.
Lebih dari Sekadar Penghasilan Tambahan
Bertahun-tahun berjalan bersama Evermos, dampak yang dirasakan Sani tidak hanya soal materi. Meski penghasilan tambahan menjadi salah satu alasan utama, ada hal lain yang jauh lebih bermakna.
Jaringan pertemanan yang terbentuk membuatnya merasa memiliki keluarga baru. Dari satu kota ke kota lain, relasi antar reseller terjalin layaknya saudara. Ada ruang berbagi, saling menyemangati, hingga saling belajar dari pengalaman masing-masing.
Secara finansial, kehadiran penghasilan tambahan memberikan rasa aman. Tidak lagi sepenuhnya bergantung pada gaji bulanan, Sani merasakan aliran rezeki yang lebih fleksibel, terutama di waktu-waktu krusial seperti akhir bulan.
Tantangan yang Menguatkan Mental
Seperti perjalanan usaha pada umumnya, tantangan tetap hadir. Mulai dari kesalahan pengiriman, produk yang tidak sesuai ekspektasi, hingga komplain pelanggan yang harus ditangani dengan sabar. Dalam beberapa situasi, Sani memilih bertanggung jawab penuh demi menjaga kepercayaan pelanggan, meski harus merelakan keuntungan.
Baginya, tantangan bukan alasan untuk berhenti. Justru dari situ ia belajar tentang komunikasi, empati, dan pentingnya menjaga relasi jangka panjang dengan pelanggan.
Semangat juga sering muncul dari sesama reseller. Persaingan sehat, target pribadi, dan dorongan komunitas menjadi pemantik agar tetap konsisten berjualan, meski ritme tidak selalu stabil.
Menjaga Langkah, Merawat Harapan
Kini, Sani masih menjalankan peran gandanya: sebagai pekerja aktif dan reseller Evermos. Fokus jualannya pun lebih selektif, memilih produk yang benar-benar ia pahami dan diminati pasar. Meski belum sepenuhnya merambah platform lain seperti marketplace atau TikTok, ia menyadari bahwa proses belajar itu masih terbuka.
Harapannya sederhana, kualitas produk tetap terjaga, harga kompetitif, dan reseller tetap memiliki ruang untuk bertumbuh. Bagi Sani, jualan online bukan soal seberapa cepat berkembang, melainkan seberapa konsisten melangkah.
Perjalanan Sani Fitrotul menunjukkan bahwa pemberdayaan tidak selalu datang dari langkah besar. Terkadang, ia tumbuh dari keputusan kecil untuk mencoba, bertahan, dan terus belajar dari Pasar Rebo, dengan semangat yang terus dijaga.








