Tak Ingin Sukses Sendiri, Bu Dwi Ayu Ajak Orang Sekelilingnya untuk Jualan

Cerita Mbak Dwi Ayu Gabung Reseller Evermos Setelah Resign Kerja

Memutuskan resign kerja setelah punya anak menjadi keputusan Mbak Dwi Ayu. Namun karena ingin tetap bisa mendapat penghasilan sambil mengurus anak, beliau mencari informasi mengenai jualan online. Lalu, ketemulah informasi mengenai Evermos di Facebook dan Mbak Dwi Ayu memutuskan untuk gabung jadi reseller setelah mendapat dukungan dari suami. Saat itu, pada tahun 2019, pendaftaran untuk jadi reseller Evermos masih harus membayar tidak seperti sekarang ini. Meskipun demikian, beliau tetap mau mendaftar dan masih bertahan hingga sekarang. Awalnya beliau memang tidak langsung berjualan, tetapi melihat produk-produk Evermos terlebih dulu. 

Mbak Dwi Ayu mulai berjualan ketika sedang musim donasi Al Quran. Saat itu, beliau membeli produk tersebut terlebih dulu di Evermos untuk dipakai sendiri, lalu baru menawarkan ke keluarga dan ternyata banyak dari mereka yang tertarik untuk membeli. Selain itu, ia juga mendapat pesanan Al Quran dalam jumlah banyak untuk didonasikan ke panti-panti. Dari situ, usaha Mbak Dwi semakin berkembang dan bisa menjual berbagai produk. 

Setelah cukup lama menjadi reseller, Bu Dwi mendapat tawaran dari Teh Zahra, salah satu tim Evermos untuk menjadi KORI (Koordinator Reseller Indonesia) di Kecamatan Mustikajaya, Bekasi. Saat itu, Evermos sedang ada promo besar produk Elzatta, Bu Dwi memutuskan untuk ikut gabung promo tersebut dan berhasil menjual banyak produk. Keuntungan dari penjualan tersebut beliau gunakan untuk modal agar usahanya lebih besar. Selain fokus pada penjualan, sebagai KORI beliau juga berusaha agar reseller di daerah kecamatan domisilinya bisa aktif dan semakin banyak. Usaha tersebut menunjukkan hasil yang positif karena hingga saat ini sudah ada lebih dari 30 reseller aktif yang tergabung. 

 

Strategi Bu Dwi Ayu agar Reseller untuk Terus Aktif Jualan

Menjadi KORI membuat Bu Dwi Ayu harus memikirkan strategi untuk menjaga agar reseller lain tetap semangat untuk jualan. Salah satunya dengan cara menjalin hubungan erat dengan mereka. Dengan hubungan yang erat, mereka bisa saling memotivasi dan diskusi/sharing mengenai permasalahan mereka terkait penjualan. Bu Dwi Ayu sebagai KORI mengaku dirinya juga sempat up and down selama berbisnis, yang mana hal ini berpengaruh terhadap anggota reseller-nya. Maka dari itu, beliau berusaha agar dirinya sendiri maupun reseller aktif agar tetap semangat untuk jualan. Salah satunya dengan membentuk grup khusus reseller aktif selain grup reseller sekecamatan. Menurutnya, strategi ini cukup efektif untuk menjaga semangat reseller aktif untuk tetap aktif berjualan. 

Selain itu, Bu Dwi Ayu juga sering mengadakan pertemuan dengan para reseller lain di luar kegiatan Kopdar dan sebagainya. Pertemuan biasanya dilakukan di salah satu rumah reseller atau tempat tertentu untuk mengadakan kegiatan bersama, seperti olahraga, bahkan hingga ada komunitas renang. Dengan sering bertemu, mereka bisa lebih mudah untuk mengungkapkan keluh kesah, berbagi motivasi, dan diskusi mengenai strategi jualan. Sebagai KORI, Bu Dwi Ayu ingin reseller merasa senang dan nyaman sehingga jualannya juga nyaman. 

Usaha Bu Dwi Ayu untuk membangun semangat reseller di kecamatan beliau menunjukkan hasil yang positif. Beliau berhasil memenangkan liga KORI selama tiga kali berturut-turut. Selain itu, beliau juga sering berpartisipasi untuk ikut setiap ada perlombaan. Saat beliau bisa memenangkan itu, beliau tidak menikmatinya seorang diri. Beliau berusaha untuk berbagi agar para reseller lain bisa ikut serta merasakannya. Menurutnya, seorang KORI tidak boleh egois dan harus mampu merangkul anggota reseller-nya. Selain itu, KORI jika ingin sukses juga harus mampu membangun para reseller untuk bisa sukses juga. 

 

Pentingnya Manajemen Waktu yang Baik dalam Berbisnis

Kesibukan sebagai reseller dan ibu rumah tangga mengharuskan Bu Dwi Ayu untuk bisa mengatur waktu dengan baik. Setiap minggu biasanya sudah tau akan ada kegiatan apa saja sehingga beliau merencanakan beberapa kegiatan di sela-sela waktu tersebut. Kemudian, untuk setiap harinya beliau selalu membuat jadwal apa saja yang harus dilakukan. Karena kebanyakan reseller merupakan ibu-ibu yang mana waktu kosong mereka kebanyakan pada jam 8-11 pagi sehingga kegiatan seperti Kopdar atau meet time kebanyakan dilaksanakan pada jam tersebut.

 

Harapan Bu Dwi, Ingin Bisa Lebih Sukses Lagi

Adanya berbagai jenis produk di Evermos membuat Bu Dwi Ayu harus pandai untuk memilih produk mana yang sekiranya laku. Beliau mengungkapkan, saat ini produk yang ia jual tergantung musim dan ia juga menganalisa target pasar. Misalnya, sekarang ini lagi ramai jualan emas sehingga beliau lebih fokus untuk jualan emas. Strategi lain yang Bu Dwi lakukan yakni dengan membeli produk terlebih dahulu, kemudian baru ditawarkan ke calon customer. Menurut Bu Dwi Ayu, strategi tersebut cukup efektif terbukti dengan beberapa kali bisa closing menjual produk tersebut. 

Berbagai kemudahan yang diberikan Evermos memberikan dampak positif untuk Bu Dwi Ayu, baik dari segi finansial maupun sosial. Beliau berharap Evermos bisa semakin maju dan bisa lebih memperhatikan reseller dengan membuat kebijakan-kebijakan yang tidak memberatkan reseller. 

 

Tips Jualan dari Bu Dwi Ayu

Selain bercerita mengenai perjalanannya menjadi reseller Evermos, beliau juga berbagi tips mengenai strategi jualan. Menurutnya, kita perlu cek ombak terlebih dahulu kira-kira produk apa yang laku untuk kita jual. Kita perlu menganalisa produk apa yang sekiranya cocok untuk di jual. Salah satunya dengan mengamati grup perumahan, dari situ bisa jadi akan terlihat produk apa saja yang mungkin akan diminati customer. Selain itu, kita juga harus konsisten untuk promosi karena dengan promosi orang-orang akan tau produk apa saja yang kita jual, terlebih ketika kita jualan online. Terkadang, apa yang kita share memang tidak laku hari itu juga, tetapi bisa jadi laku di kemudian hari. Selain itu, kita juga harus memastikan bahwa produk yang kita jual berkualitas bagus. Kita bisa melihat review produk di Evermos atau dengan membeli terlebih dahulu untuk kita jadikan sample. 

Bagikan :

Artikel Terbaru
Artikel Terkait

Kolaborasi Evermos dan PKK Pondok Pinang untuk Pemberdayaan Perempuan dan Edukasi Mengenai Kanker Serviks

Kanker serviks masih menjadi salah satu ancaman terbesar bagi kesehatan perempuan Indonesia. Berdasarkan data nasional, penyakit ini menempati posisi kedua penyebab kematian akibat kanker pada perempuan, dan sebagian besar kasus baru terdeteksi pada stadium lanjut. Kondisi ini menunjukkan masih terbatasnya akses informasi dan pemeriksaan dini bagi masyarakat, terutama di tingkat kelurahan dan komunitas lokal. Untuk

Selengkapnya »

Workshop Digital Marketing: Menguatkan Keterampilan Ekonomi Digital Perempuan sebagai Pilar Ketangguhan Keluarga

Kudus, 20 Juli 2025 – Evermos kembali menunjukkan komitmennya dalam memperluas dampak sosial melalui kolaborasi dengan berbagai organisasi pemberdayaan perempuan. Kali ini, kolaborasi bersama Nasyiatul Aisyiyah (NA) Jawa Tengah berlangsung di Universitas Muhammadiyah Kudus dengan tajuk Workshop Digital Marketing: Menguatkan Keterampilan Ekonomi Digital Perempuan Muda sebagai Pilar Ketangguhan Keluarga. Sebagai organisasi otonom Muhammadiyah yang berfokus

Selengkapnya »

Menguatkan Keterampilan Ekonomi Digital Perempuan Muda Bersama Nasyiatul Aisyiyah

Pekalongan, 11 Mei 2025 — Langkah kolaboratif untuk memperkuat kemandirian ekonomi perempuan muda terus digaungkan oleh Evermos. Kali ini, Evermos bersama Pimpinan Pusat Nasyiatul Aisyiyah (PPNA) melalui departemen ekonomi menghadirkan pelatihan bertema “Menguatkan Keterampilan Ekonomi Digital Perempuan Muda” di Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan (UMPP). Kegiatan ini menjadi lanjutan dari sinergi positif antara Evermos dan Nasyiatul

Selengkapnya »