Brand Story Tahuyaki: Hadirkan Inovasi Baru dan Kreasi di Pangsa Kuliner

Muhammad Yogis Tito Alamsyah atau kerap disapa Tito sudah lama bermimpi untuk bisa memiliki dan mengelola bisnis sendiri. Karena itu, pada tahun 2016 tepatnya di tahun terakhir perkuliahannya, Tito yang merasa kurang cocok bekerja kantoran memutuskan untuk mulai merintis bisnis clothing. Kali ini, Evermos akan berbagi brand story Tahuyaki yang dapat menginspirasi para pemilik usaha maupun reseller.

Beberapa tahun pertama, bisnis clothing yang Tito jalankan berjalan cukup sukses, namun sayangnya tidak bertahan lama karena pandemi Covid-19. Di tengah banyaknya brand clothing besar hingga kecil yang terdampak, bisnis yang Tito jalankan turut mengalami kemerosotan penjualan. Melalui berbagai pertimbangan, salah satunya harus menghidupi anak dan istri dengan penghasilan yang lebih stabil, Tito kemudian memutuskan beralih dari bisnis clothing ke kuliner, melihat bisnis ini cukup potensial di masa pandemi. 

Memulai Bisnis Kuliner dengan Mendirikan Kezine Waffle 

Bisnis kuliner pertama yang dijalankan Tito pada tahun 2020 dimulai dengan berjualan waffle kaki lima menggunakan gerobak sewaan. Bisnis ini kemudian dinamai sebagai “Kezine Waffle”. Merintis bisnis baru dari nol tentu tidaklah mudah, namun dengan kegigihannya, Tito berhasil meraup keuntungan yang cukup besar. Ditambah lagi, ia aktif memanfaatkan aplikasi pesan antar makanan yang saat itu sedang ramai dipakai masyarakat Indonesia. 

Event Ramadhan di Yogyakarta Jadi Titik Balik dalam Berbisnis Brand Story Tahuyaki

Meskipun penjualan Kezine Waffle secara online terbilang sukses, namun Tito melihat penjualannya secara offline masih cukup sepi. Karena itulah, berbagai strategi penjualan dilakukan, termasuk dengan berjualan di salah satu event Ramadhan di Yogyakarta. 

Seperti keberuntungan yang tak terduga, event Ramadhan yang Tito ikuti justru menjadi titik balik dari kesuksesan bisnis kuliner yang ia jalankan. Banyak pembeli yang penasaran dan ingin mencoba Kezine Waffle. Dengan penjualan yang kian meningkat, baik offline maupun online, Tito akhirnya memutuskan untuk mengalihkan toko clothing miliknya menjadi tempat kuliner. 

Keinginan untuk Membangun Dua Bisnis Kuliner Sekaligus

Seperti banyak pebisnis kuliner lainnya, ide dan keinginan Tito untuk membuka brand kuliner kedua kemudian muncul pada tahun 2023. Harapannya, kedua brand makanan yang ia jalankan ini bisa saling menjaga keseimbangan pemasukannya. Namun, tidak ingin gegabah, Tito merasa perlu menemukan ide menu yang masih sepi dijual, namun potensial untuk menarik perhatian para penikmat jajanan. Setelah pencarian panjang, lahirlah menu tahuyaki pertama di Yogyakarta. 

Brand Story Tahuyaki

Inspirasi Dibalik Lahirnya Brand Story Tahuyaki Jogja

Tahuyaki memang menu yang cukup asing di antara deretan jajanan kaki lima lainnya. Ide awal tahuyaki muncul saat Tito sedang membeli takoyaki di salah satu layanan pesan antar makanan online di Yogyakarta. Saat mencicipi takoyaki yang ia beli, muncullah gagasan unik yaitu kolaborasi antara takoyaki dengan tahu. 

Untuk memastikan belum ada yang menjual menu yang serupa, Tito melakukan riset di beberapa platform pesan antar makanan online. Hasilnya, ia mendapati bahwa di Yogyakarta belum ada yang menawarkan konsep ini. Melihat besarnya potensi penjualan, Tito akhirnya membuka brand TahuyakiGo tahun 2023 sembari tetap berjualan Kezine Waffle di tokonya. 

Gigih Menciptakan Rasa Tahuyaki yang Disukai Konsumen 

Berbekal tekad dan kreativitas, Tito mulai bereksperimen menciptakan resep sendiri. Tantangan yang cukup sulit yaitu menemukan rasa saus yang pas untuk menu tahuyaki yang akan dijual. Beruntungnya, ia mendapat bantuan dari teman dan tetangga yang kerap memberikan kritik serta saran yang baik agar rasa tahuyaki cocok di lidah pembeli. Penjualan tahuyaki dimulai dari mengenalkan menu baru ini kepada pelanggan Kezine Waffle. Selain itu, Tito juga tidak sungkan menerima kritik yang membangun dari para pelanggan. 

Lewat Berbagai Strategi, Tito Memutar Otak Agar Selalu Ramai Pembeli

Tito memahami bahwa menjual makanan akan selalu ada naik turunnya, terkadang profit, di lain hari bisa sangat sepi oleh pembeli. Karena itu, berbagai strategi dilakukan, mulai dari mengajak kerja sama influencer makanan untuk melakukan promosi, menyediakan menu paketan dengan harga yang lebih murah, hingga mengadakan promo potongan harga kepada pelanggan dengan syarat promosi di media sosial. 

Cara Tito Mengelola Tantangan dalam Berbisnis 

Tantangan dalam bisnis kuliner tentu juga Tito rasakan, mulai dari membagi waktu berjualan dan waktu bersama keluarga, hingga tantangan menyiapkan pesanan yang rasa dan pelayanannya sesuai harapan pelanggan. Tetapi, Tito selalu berupaya untuk mengatasi tantangan tersebut dengan sebaik mungkin.

Misalnya, melalui ulasan dan rating dari pelanggan, baik itu positif maupun negatif, ia jadikan sebagai masukan untuk meningkatkan kualitas usahanya. Selain itu, ketika ada kesalahan pesanan yang tidak disengaja, Tito secara sigap menghubungi pelanggan untuk mengantarkan langsung ke lokasi pelanggan. Menurutnya, komunikasi yang baik dengan pelanggan sangatlah penting. Dengan begitu, pada akhirnya berbagai tantangan bisa diatasi dengan baik. 

Harapan untuk Buka Cabang Tahuyaki yang Lebih Banyak

Melalui perjalanan panjang Tito merintis bisnis dari clothing brand di tahun 2016 hingga sukses menjalankan bisnis kuliner hingga tahun 2025 ini, ada banyak harapan yang Tito miliki kedepannya. Salah satu harapan terbesar Tito yaitu bisa membuka cabang TahuyakiGo yang lebih banyak di kota Yogyakarta. Selain itu, ia juga berkeinginan untuk membuka cabang Tahuyaki di kota Bandung, mengingat menu ini termasuk inovasi yang unik dan digemari pecinta jajanan. Dengan mendirikan banyak cabang TahuyakiGo, ia juga bisa membuka peluang pekerjaan bagi orang-orang. 

Tiga Kiat Sukses Dibalik Kisah Inspiratif  Tahuyaki Jogja untuk Para Calon Pengusaha

Ketika ingin memulai sebuah bisnis tiga kiat utama yang diperlukan yaitu fokus, mental, dan keberanian. Menurut Tito, keterbatasan modal bukan menjadi penghalang bagi para calon pengusaha yang ingin merintis sebuah bisnis. Bahkan, Tito sendiri juga bisa membuktikan dengan memulai bisnis kulinernya di kaki lima menggunakan gerobak sewaan. Ketika sudah memiliki niat dan tekad, maka keberanian dan mental yang kuat sangatlah diperlukan. 

Selanjutnya, ketika usaha telah berjalan, Tito menekankan pentingnya fokus dan konsisten pada bisnis. Sebab, ketika sudah ada niat, maka jalannya pasti akan terbuka, dan nantinya akan ada peluang yang menjadi titik balik seseorang untuk bisa meraih kesuksesan dalam berbisnis. 

 

Untuk selengkapnya terkait berkolaborasi dengan kami, silahkan kunjungi: https://evermos.id/kontak/

Bagikan :

Artikel Terkait

Kolaborasi Evermos dan PKK Pondok Pinang untuk Pemberdayaan Perempuan dan Edukasi Mengenai Kanker Serviks

Kanker serviks masih menjadi salah satu ancaman terbesar bagi kesehatan perempuan Indonesia. Berdasarkan data nasional, penyakit ini menempati posisi kedua penyebab kematian akibat kanker pada perempuan, dan sebagian besar kasus baru terdeteksi pada stadium lanjut. Kondisi ini menunjukkan masih terbatasnya akses informasi dan pemeriksaan dini bagi masyarakat, terutama di tingkat kelurahan dan komunitas lokal. Untuk

Selengkapnya »

Workshop Digital Marketing: Menguatkan Keterampilan Ekonomi Digital Perempuan sebagai Pilar Ketangguhan Keluarga

Kudus, 20 Juli 2025 – Evermos kembali menunjukkan komitmennya dalam memperluas dampak sosial melalui kolaborasi dengan berbagai organisasi pemberdayaan perempuan. Kali ini, kolaborasi bersama Nasyiatul Aisyiyah (NA) Jawa Tengah berlangsung di Universitas Muhammadiyah Kudus dengan tajuk Workshop Digital Marketing: Menguatkan Keterampilan Ekonomi Digital Perempuan Muda sebagai Pilar Ketangguhan Keluarga. Sebagai organisasi otonom Muhammadiyah yang berfokus

Selengkapnya »

Menguatkan Keterampilan Ekonomi Digital Perempuan Muda Bersama Nasyiatul Aisyiyah

Pekalongan, 11 Mei 2025 — Langkah kolaboratif untuk memperkuat kemandirian ekonomi perempuan muda terus digaungkan oleh Evermos. Kali ini, Evermos bersama Pimpinan Pusat Nasyiatul Aisyiyah (PPNA) melalui departemen ekonomi menghadirkan pelatihan bertema “Menguatkan Keterampilan Ekonomi Digital Perempuan Muda” di Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan (UMPP). Kegiatan ini menjadi lanjutan dari sinergi positif antara Evermos dan Nasyiatul

Selengkapnya »