Pada Rabu, 10 Juni 2026, Evermos bersama International Labour Organization (ILO) Jakarta menggelar kegiatan pelatihan bertema Kewirausahaan Digital untuk Pemberdayaan Ekonomi Inklusif Penyandang Disabilitas di Tara Hotel Yogyakarta. Kegiatan ini menjadi ruang nyata bagi para penyandang disabilitas untuk berkenalan dengan peluang ekonomi digital yang selama ini belum banyak terjamah, sekaligus menegaskan bahwa hambatan fisik bukan penghalang untuk menjadi wirausahawan yang produktif dan mandiri.
Peserta yang hadir merupakan penyandang disabilitas dari tiga komunitas binaan, yaitu BPKK Kementerian Ketenagakerjaan RI, Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia (HWDI) Sleman, dan Pusat Pemberdayaan Disabilitas Mitra Sejahtera (PPDMS) Gunungkidul. Ketiganya membawa semangat yang sama: ingin membuktikan bahwa keterbatasan fisik tidak pernah berarti keterbatasan potensi.
Membuka Pintu Ekosistem Digital yang Inklusif
Salah satu fokus utama dalam kegiatan ini adalah memperkenalkan aplikasi Evermos sebagai platform bisnis yang dirancang untuk semua kalangan, termasuk mereka yang baru pertama kali mengenal dunia jual beli online. Melalui ekosistem reseller Evermos, para peserta mendapatkan gambaran nyata bagaimana memulai usaha tanpa perlu modal besar, tanpa harus memiliki stok produk sendiri, dan tanpa harus meninggalkan rumah.
Berry Olan Fikri, pemateri dari divisi Reseller Sales Growth Evermos, memandu sesi ini dengan pendekatan yang praktis dan mudah diikuti. Ia menjelaskan langkah demi langkah bagaimana platform Evermos bekerja, mulai dari cara mendaftar, memilih produk untuk dijual, hingga strategi sederhana untuk memperluas jangkauan pembeli. Penyampaiannya yang lugas membuat peserta dengan berbagai latar belakang dan kondisi fisik dapat mengikuti alur materi dengan baik.
Dalam sesi ini pula, peserta diperkenalkan dengan Key Propolis, salah satu produk unggulan yang dinilai memiliki daya tarik pasar yang kuat dan cocok menjadi produk perdana bagi reseller pemula. Produk berbasis propolis ini dihadirkan sebagai contoh konkret bahwa ada banyak barang berkualitas yang siap dipasarkan melalui ekosistem Evermos, termasuk oleh para penyandang disabilitas yang baru memulai perjalanan bisnisnya.
WhatsApp Business sebagai Jembatan Profesional
Pemasaran yang efektif adalah kunci keberhasilan sebuah usaha kecil, dan di sinilah sesi berikutnya mengambil peran penting. Peserta dibekali dengan pelatihan optimalisasi WhatsApp Business, sebuah aplikasi yang sudah sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari namun belum banyak dimanfaatkan secara optimal untuk keperluan bisnis.
Dalam pelatihan ini, peserta belajar mengelola profil bisnis yang profesional, mengatur katalog produk, menggunakan fitur balas otomatis, hingga menyusun pesan yang ramah dan mudah dipahami calon pembeli. Pendekatan yang dipilih sangat aplikatif, peserta tidak hanya mendengar penjelasan, tetapi juga langsung mencoba fitur-fitur tersebut pada perangkat masing-masing. Dengan cara ini, peserta pulang membawa keterampilan yang bisa langsung dipraktikkan, bukan sekadar catatan di atas kertas.
Kemampuan berkomunikasi secara digital yang baik menjadi semakin relevan di era sekarang, terutama bagi para penyandang disabilitas yang mungkin memiliki keterbatasan mobilitas. WhatsApp Business membuka jalan untuk tetap produktif dan terhubung dengan pelanggan dari mana saja, kapan saja.
Literasi Keuangan: Fondasi Usaha yang Berkelanjutan
Memiliki produk untuk dijual dan keterampilan memasarkannya saja tidak cukup jika tidak diimbangi dengan pemahaman tentang pengelolaan keuangan. Itulah mengapa sesi literasi keuangan yang dihadirkan oleh perwakilan ILO Jakarta menjadi bagian yang tak terpisahkan dari rangkaian pelatihan hari itu.
ILO melalui program Promise II Impact telah lama berkomitmen mendukung sektor keuangan inklusif bagi UMKM, mendorong pertumbuhan ekonomi, dan memperluas kesempatan kerja, terutama melalui akselerasi teknologi digital pascapandemi. Semangat ini terwujud dalam sesi literasi keuangan yang membahas dasar-dasar pengelolaan arus kas, cara memisahkan keuangan pribadi dan usaha, serta pentingnya perencanaan keuangan jangka pendek dan menengah.
Bagi banyak peserta, inilah pertama kalinya mereka mendapatkan penjelasan yang sistematis dan mudah dicerna tentang topik yang sering terasa rumit ini. Pemahaman dasar tentang arus kas dan pencatatan sederhana menjadi modal penting agar usaha yang dirintis tidak hanya bertahan, tetapi bisa berkembang secara sehat dan berkelanjutan.
Ketika Sinergi Menjadi Kekuatan
Kegiatan ini bukan sekadar pelatihan satu hari yang kemudian berlalu begitu saja. Ia adalah cermin dari bagaimana kolaborasi lintas sektor dapat menciptakan dampak yang jauh lebih besar dari yang bisa dicapai masing-masing pihak secara terpisah. Evermos membawa ekosistem bisnis dan produk yang siap pasar. ILO membawa kerangka pengetahuan dan pengalaman mendampingi kelompok rentan di pasar kerja. Dan para peserta — dari BPKK Kemnaker RI, HWDI Sleman, serta PPDMS Gunungkidul membawa semangat, keberanian, dan keinginan nyata untuk berubah.
Kegiatan ini selaras dengan pilar Pemberdayaan Komunitas yang menjadi salah satu fondasi dampak sosial Evermos. Selama ini, Evermos telah menunjukkan bahwa pemberdayaan ekonomi yang bermakna harus menjangkau mereka yang paling jarang mendapat kesempatan, termasuk perempuan, pelaku usaha kecil di daerah, dan kini, para penyandang disabilitas.
Sebuah Langkah Awal yang Berarti
Di penghujung acara, suasana di Tara Hotel Yogyakarta terasa berbeda dari saat pertama kali peserta datang. Ada keyakinan baru yang tumbuh — bahwa ekosistem digital bukan hanya milik mereka yang hidup tanpa keterbatasan, melainkan juga milik siapa saja yang mau belajar dan berani memulai.
Evermos berharap pelatihan ini menjadi titik awal yang sesungguhnya bagi para peserta untuk melangkah lebih jauh sebagai wirausahawan digital. Dengan bekal teknologi, produk yang tepat, dan pengelolaan keuangan yang baik, pemberdayaan disabilitas melalui kewirausahaan digital bukan lagi sekadar cita-cita melainkan langkah nyata yang sedang berjalan.
Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Evermos dalam menghadirkan dampak sosial yang inklusif dan berkelanjutan bagi seluruh lapisan masyarakat Indonesia.











