Yuni Hastuti: Dari Ibu Rumah Tangga Jadi Kori yang Menggerakkan Banyak Perempuan untuk Berdaya

Menemukan Jalan untuk Berdaya di Tengah Rutinitas Rumah Tangga

Setiap ibu rumah tangga punya cerita tentang bagaimana ia ingin tetap berdaya di sela kesibukan mengurus keluarga. Begitu pula dengan Yuni Hastuti, seorang ibu yang dulu menghabiskan hari-harinya di rumah sambil mencari peluang agar bisa tetap produktif. Sebelum mengenal Evermos, ia sudah mencoba berjualan online, namun belum benar-benar dijalankan dengan serius.

Hingga suatu hari, Yuni melihat seorang teman membagikan produk Evermos di media sosial. Ia tertarik karena banyak promo menarik seperti buy one get one dan potongan harga. Dari rasa penasaran itu, ia mulai mencoba membeli produk untuk dirinya sendiri. Tak disangka, dari pembelian kecil itu, langkah besar dalam hidupnya dimulai.

Awal Perjalanan Bersama Evermos

Yuni bergabung dengan Evermos pada tahun 2021. Awalnya ia hanya berbelanja untuk kebutuhan pribadi, tapi lama-kelamaan ia mulai memahami sistem dan potensi bisnisnya. Komisi pertama yang ia dapatkan memang kecil, tapi cukup membuatnya merasa bersemangat. Dari situ, semangatnya untuk memasarkan produk semakin tumbuh.

Hingga akhirnya, Yuni tidak hanya menjadi reseller aktif, tapi juga dipercaya menjadi seorang Kori (Koordinator Reseller Indonesia) peran yang bertanggung jawab untuk membina dan mendampingi reseller lain di wilayahnya. Perjalanan ini ia jalani sambil berpindah kota, dari Cirebon kembali ke Depok, tempat ia kini berdomisili.

Yuni Hastuti: Dari Ibu Rumah Tangga Jadi Kori yang Menggerakkan Banyak Perempuan untuk Berdaya

Membina dan Menggerakkan Sesama Reseller

Sebagai Kori di area Cimanggis, Yuni menghadapi banyak tantangan. Awalnya, grup reseller di wilayahnya masih sepi. Ia berinisiatif melakukan pendekatan personal, menyapa satu per satu reseller lewat pesan pribadi, menanyakan kabar, hingga memberi dukungan agar mereka kembali semangat berjualan.

Selain itu, ia juga kerap membuat reward challenge sederhana untuk memotivasi teman-teman reseller. Hadiahnya memang tidak besar, tapi cukup untuk memberi semangat dan rasa kebersamaan. Melalui cara-cara kecil seperti ini, Yuni berhasil menumbuhkan keaktifan komunitas reseller di daerahnya.

Dampak dan Pemberdayaan yang Dirasakan

Bagi Yuni, bergabung dengan Evermos bukan hanya soal penghasilan tambahan. Ia merasa mendapat banyak manfaat sosial dan emosional. Melalui berbagai kelas pelatihan, zoom meeting, dan kegiatan komunitas seperti kopdar, ia belajar banyak hal baru, mulai dari kemampuan komunikasi, cara tampil di depan umum, hingga memperluas jejaring pertemanan.

Kegiatan itu menjadi ruang bagi Yuni untuk berkembang dan “healing” dari rutinitas rumah tangga yang monoton. Ia juga menemukan makna baru dalam berbagi manfaat melalui komunitas Evermos yang sering terlibat dalam kegiatan sosial dan wakaf. Semua pengalaman itu membuatnya merasa lebih hidup, lebih berdaya, dan lebih percaya diri.

Menjadi Teladan Bagi Perempuan di Sekitarnya

Sebagai Kori, Yuni tak hanya fokus pada penjualan. Ia belajar memahami karakter setiap reseller yang ia dampingi, bahkan beberapa di antaranya sudah lanjut usia. Ia menganggap semangat para “oma-oma” yang tetap berjualan sebagai inspirasi tersendiri. Dari mereka, Yuni belajar tentang ketekunan dan semangat untuk terus berkarya tanpa batas usia.

Yuni percaya, menjadi perempuan berdaya bukan berarti harus meninggalkan peran sebagai ibu rumah tangga. Ia justru ingin menunjukkan bahwa dengan niat dan ketekunan, seorang ibu bisa tetap mandiri, produktif, dan menjadi contoh positif bagi banyak orang.

Yuni Hastuti: Dari Ibu Rumah Tangga Jadi Kori yang Menggerakkan Banyak Perempuan untuk Berdaya

Harapan dan Langkah ke Depan

Setelah beberapa tahun bersama Evermos, Yuni mulai menata impian baru. Ia berharap suatu hari nanti bisa memiliki merek produknya sendiri, khususnya di bidang fashion muslim seperti gamis dan jilbab. Baginya, perjalanan sebagai reseller Evermos adalah awal dari proses belajar menuju impian menjadi seorang owner.

Baginya, kunci sukses dalam berjualan adalah konsistensi dan mental yang kuat. Penolakan dari pelanggan adalah hal biasa, tetapi semangat untuk terus berusaha harus dijaga. Selama ada tekad dan doa, selalu ada jalan untuk bertumbuh.

Bagikan :

Artikel Terkait

Kolaborasi Evermos dan PKK Pondok Pinang untuk Pemberdayaan Perempuan dan Edukasi Mengenai Kanker Serviks

Kanker serviks masih menjadi salah satu ancaman terbesar bagi kesehatan perempuan Indonesia. Berdasarkan data nasional, penyakit ini menempati posisi kedua penyebab kematian akibat kanker pada perempuan, dan sebagian besar kasus baru terdeteksi pada stadium lanjut. Kondisi ini menunjukkan masih terbatasnya akses informasi dan pemeriksaan dini bagi masyarakat, terutama di tingkat kelurahan dan komunitas lokal. Untuk

Selengkapnya »

Workshop Digital Marketing: Menguatkan Keterampilan Ekonomi Digital Perempuan sebagai Pilar Ketangguhan Keluarga

Kudus, 20 Juli 2025 – Evermos kembali menunjukkan komitmennya dalam memperluas dampak sosial melalui kolaborasi dengan berbagai organisasi pemberdayaan perempuan. Kali ini, kolaborasi bersama Nasyiatul Aisyiyah (NA) Jawa Tengah berlangsung di Universitas Muhammadiyah Kudus dengan tajuk Workshop Digital Marketing: Menguatkan Keterampilan Ekonomi Digital Perempuan Muda sebagai Pilar Ketangguhan Keluarga. Sebagai organisasi otonom Muhammadiyah yang berfokus

Selengkapnya »

Menguatkan Keterampilan Ekonomi Digital Perempuan Muda Bersama Nasyiatul Aisyiyah

Pekalongan, 11 Mei 2025 — Langkah kolaboratif untuk memperkuat kemandirian ekonomi perempuan muda terus digaungkan oleh Evermos. Kali ini, Evermos bersama Pimpinan Pusat Nasyiatul Aisyiyah (PPNA) melalui departemen ekonomi menghadirkan pelatihan bertema “Menguatkan Keterampilan Ekonomi Digital Perempuan Muda” di Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan (UMPP). Kegiatan ini menjadi lanjutan dari sinergi positif antara Evermos dan Nasyiatul

Selengkapnya »